MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Akhir Februari 2024, pengisian data Web monitoring dan evaluasi aksi konvergensi percepatan penurunan stunting 2024 sudah tuntas diupload.

‘’Hari ini, Jum’at, (23/2), kita melakukan rapat koordinasi dengan seluruh OPD yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting. Para OPD ini terdiri dari Bappeda, DP3APPKB, Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Dikbud, Dinas PU, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Kominfo. Rapat membahasan teknis pengisian data Web monitoring dan evaluasi konvergensi percepatan penurunan stunting 2024,’’ jelas Kabid Sosial Pelayanan Dasar Bappeda, Evlin Yulia Sari.

Sebelum masuk ke materi 8 aksi integrasi, Evlin lebih dulu membahas mekanisme penginputan data melalui master ansit Web.

8 aksi integrasi tingkat kabupaten/kota itu terdiri dari:  Aksi 1 berupa pengidentifikasian sebaran prevalensi stunting, keluarga berisiko stunting, kondisi cakupan layanan. Situasi ketersediaan program e dan praktik manajemen layanan. Aksi 2, rencana tindak lanjut dalam merealisasikan rekomendasi hasil analisis dan 64 indikator target. Aksi 3, memastikan terjadinya pelaksanaan intervensiantar OPD dengan pemerintah dan masyarakat melalui rembuk stunting mulai dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten.

Ditambah, aksi 4, Perbup tentang upaya percepatan penurunan stunting dan pembagian peran para pihak. Aksi 5, pembinaan pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat. Aksi 6, upaya pengelolaan data dari kabupaten hingga desa/kelurahan dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Aksi 7, publikasi hasil analisis prevalensi dan hasil audit stunting. Aksi 8, review  yang dilakukan pemerintah kabupaten terhadap kinerja program percepatan penurunan stunting.

‘’Target waktu pelaksanaan aksi kovergensi 2024. Januari – Februari berupa analisis situasi, Februari – Maret tentang rencana kegiatan,  rembuk stunting di Maret – April, sedangkan di bulan Maret – Juni tentang Perbup, Januari – Desember pembinaan Pemdes/kelurahan dan masyarakat. Januari – Desember tentang manajemen data. Pengukuran dan publikasi Agustus – September. Serta review tahunan dilaksanakan bulan Januari – Februari,’’ tutur Evlin Yulia Sari.

Yang paling penting tutur Evlin, para OPD terkait yang tergabung dalam tim percepatan penurunan stunting dapat mengumpulkan sekaligus menginput data ke Web di server Kemendagri.

‘’Data yang diinput ke Web itu sesuai dengan peran dan fungsi OPD terkait. Soalnya, melalui Web ini, kita bisa melihat progress laporan daerah lain. Jika kita salah menginput, maka, penginputan data yang lain tidak akan masuk. Untuk itu, Evlin berharap personel yang menangani dan mengelola datanya jangan sampai ditukar atau diganti. Karena, jika ditukar akan berdampak bagi kelancaran penginputan datanya,’’ ujar Evlin.

Sementara Kadis Kominfo, Dodi Sahdani, S.Sos., M.Si melalui Kabid Postel, Liza Meirianti, S.STP mengaku siap menginput  data yang dipublikasikan Diskominfo terkait percepatan penurunan stunting.

‘’Intinya dokumentasi publikasi kegiatan percepatan penurunan stunting ini akan kita input di Web. Mulai dari video kegiatan yang telah ditayangkan di videotron dishare di youtube dan dishare di chanel rejanglebongkab.go.id. termasuk berita dan foto yang ditayangkan di chanel rejanglebongkab.go.id. Serta dokumentasi pamflet, baliho dan spanduk,’’ demikian Liza Meirianti menjelaskan. (rhy)

Editor : Rahman Jasin