MEDIA CENTER REJANG LEBONGD – Deseminasi Lanjutan Hasil Rekomendasi Lintas Sektor Kabupaten Rejang Lebong. Disemenasi yang merupakan lanjutan hasil audit stunting ini dilaksanakan di aula Hotel Golden Rich, Rabu, (4/10).

Diseminasi dipandu Sekretaris Dinas DP3APPKB Rejang Lebong, Eni S, SKM.

Diseminasi ini dihadiri Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendra Wahyudiansyah, S.H, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Tunting (TPPS) Rejang Lebong. Serta segenap pejabat dari dinas instansi jajaran Pemkab Rejang Lebong. P

Diantaranya, Tim Percepatan Penurunan shunting (TPPS) Bengkulu, Tim Pakar Kesehatan Stunting, Dr. Muhammad Galih Supanji, Sp.Og, Dinas Sosial, Dinas PMD, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Perikanan, Bappeda, Poltekes Kemenkes Bengkulu, Dinas Kominfo, Puskesmas, dan Satgas stunting juga turut hadir dalam acara tersebut.

Ketua TPPS Rejang Lebong, Hendra Wahyudiansyah, S.H, yang diwakili oleh Novriansyah, menyampaikan, “Hari ini kita melanjutkan audit stunting dan audiensi yang dilaksanakan kemarin dengan seluruh pihak terkait. Mengingat Generasi Indonesia Emas 2045 harus memiliki tubuh yang kuat dan sehat. Stunting menjadi ancaman yang perlu kita tangani. Dengan kegiatan desiminasi lanjutan ini, Rejang Lebong berharap dapat mencapai target penurunan stunting. Kami berharap kegiatan ini juga akan menjadi laporan Kabupaten Rejang Lebong yang dilaporkan ke pusat terkait kegiatan percepatan penurunan stunting,’’ kata Novriansyah.

DIkatakan, dasar hukum dilaksanakannya deseminasi ini adalah Perpres No. 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Peraturan Badan Kependudukan dan KB Nasional No. 12 Tahun 2021 Tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024. Kemudian adapun tujuan kegiatan ini adalah menyampaikan hasil kajian kasus audit yang merupakan penajaman (rekomendasi) intervensi spesifik dan sensitif serta intervensi pencegahan yang dibutuhkan sesuai hasil kajian berdasarkan kelompok sasaran yang diaudit.

“Saat ini, bonus demografi sedang kita nikmati, dimana jumlah usia produktif lebih banyak dibandingkan usia non-produktif. Ini adalah momentum bagi kita untuk memperbaiki bangsa ini. Hal ini menjadi penting terkait permasalahan stunting yang sedang kita hadapi ditahun 2021, angka stunting Rejang Lebong mencapai 26,0%, sedangkan di tahun 2023 turun menjadi 18,65%. Tahun 2024 nanti kita menargetkan penurunan hingga 14,96 persen. Inilah tantangan OPD terkait. Sebab, prestasi yang diraih TPPS dalam menekan angka stunting telah mendapat perhargaan dari pemerintah pusat. Prestasi Rejang Lebong ini jauh di bawah standar yang ditetapkan WHO untuk Provinsi Bengkulu. yakni, 20 persen,’’ papar Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Yusran Fauzi, S.Si, M.Kes, sekaligus mewakili Tim Percepatan Penurunan Tunting (TPPS) Bengkulu.
.
Ditengah acara, instansi yang hadir menyampaikan rencana tata laksana intervensi dari masing-masing instansi seperti Dinas Kesehatan, Bappeda, Poltekes, dan Dinas Ketahanan Pangan. Dalam sesi ini, dijelaskan langkah-langkah konvergensi dari setiap instansi terkait dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Rejang Lebong.
.
“Dari pihak dokter menyampaikan mencegah lebih baik dari pada mengobati. Masalah stunting sebenarnya banyak faktor diantaranya ekonomi dan pendidikan. Justru yang harus kita benahi adalah hulu dari permasalahan ini. Kami pihak dokter menerima pasien yang sudah terkena stunting. Maka ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membenahi masalah ini.”tutup Dr. Muhammad Galih Supanji Sp.Og ( Ttg )
d