MEDIA CENTER REJANG LEBONG– Wakil Bupati (Wabup) Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., mewakili Bupati H. M. Fikri Thobari, S.E., M.AP., membuka Workshop Pengembangan Usaha Produktif bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarga di Balai Desa Rimbo Recap, Kecamatan Curup Selatan, Selasa (16/9/2025).
Acara ini dihadiri Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, Direktur Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Produktif Kementerian P2MI Sukarman, Kepala BP3MI Sumatera Selatan Waydiansyah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rejang Lebong Syamsir, sejumlah kepala OPD, camat, serta kepala desa setempat.
Dalam sambutannya, Wabup Hendri menyampaikan PMI merupakan salah satu pilar penting pembangunan bangsa. Kontribusi PMI, menurutnya, tidak hanya melalui remitansi yang menopang ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah dan nasional.
“Namun, tantangan yang dihadapi PMI dan keluarganya cukup besar, terutama terkait pemanfaatan remitansi, keberlanjutan usaha, serta kesiapan ekonomi pasca kembali ke tanah air,” kata Wabup Hendri.
Wabup mengapresiasi langkah Kementerian P2MI yang menggelar workshop selama empat hari. Program ini dinilai penting karena tidak hanya berfokus pada penempatan tenaga kerja di luar negeri, tetapi juga pengembangan usaha produktif bagi pekerja migran dan keluarganya.
“Harapannya, keluarga PMI tidak hanya bergantung pada remitansi, tetapi mampu menciptakan kemandirian ekonomi melalui usaha berkelanjutan, baik di bidang pertanian, UMKM, perdagangan, maupun sektor jasa,” ujar Wabup Hendri.
Workshop ini, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen bersama untuk membekali PMI dan keluarga dengan keterampilan kewirausahaan, memberikan akses terhadap jaringan dan permodalan, serta menciptakan desa-desa produktif berbasis keluarga PMI.
Direktur Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha Produktif Kementerian P2MI, Sukarman, menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di 33 lokasi dengan total 660 peserta, termasuk lima desa binaan di Kecamatan Curup Selatan. Program ini, katanya, mendukung Asta Cita Presiden Prabowo–Gibran poin ke-6 tentang pembangunan desa.
“Tujuannya meningkatkan kemandirian ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, serta mengurangi kemiskinan dan pengangguran,” ujar Sukarman.
Wabup Hendri menutup sambutannya dengan ajakan agar peserta serius mengikuti pelatihan. “Serap ilmu, pengalaman, dan keterampilan dari para narasumber. Jadikan workshop ini sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi yang lebih baik bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.(mcrl/tio/yani)





