MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Wakil Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri Praja, SSTP, M.Si, menerima audiensi pengurus Yayasan Karunia Insani pada Rabu (16/7/2025) pukul 10.30 WIB di ruang kerjanya.

Rombongan Yayasan Karunia Insani dipimpin langsung oleh Ketua Umum Apriansyah, didampingi enam orang pengurus lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Apriansyah memaparkan peran dan kiprah yayasan yang fokus pada rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

“Yayasan Karunia Insani telah mengantongi sertifikasi SNI dengan predikat prioritas nasional. Saat ini kami membina 43 korban penyalahgunaan narkoba, termasuk 6 perempuan. Pembinaan dilakukan di tiga rumah khusus, yakni rumah rehabilitasi laki-laki, rumah perempuan, dan rumah kreatif, dengan dukungan 25 tenaga pembina,” jelas Apriansyah.

Ia juga menambahkan, para warga binaan berasal dari berbagai daerah, tidak hanya Rejang Lebong. Di antaranya berasal dari Kota Bengkulu, Mukomuko, Kaur, Bengkulu Selatan, Lubuklinggau, Musi Rawas, Prabumulih, hingga Pekanbaru.

“Masa pembinaan berlangsung selama 6 hingga 8 bulan. Rumah rehabilitasi khusus perempuan ini bahkan merupakan satu-satunya di Pulau Sumatera. Namun, kami masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kelengkapan sarana dan prasarana. Karena itu kami berharap dapat menjalin kolaborasi dengan Pemkab, khususnya dalam program pencegahan dan deteksi dini narkoba,” tambahnya.

Apriansyah juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalankan program magang bagi warga binaan dengan menggandeng pelaku usaha di Kota Curup.

Sementara itu, Beben, selaku tenaga pendamping, menjelaskan bahwa pendekatan pembinaan lebih menitikberatkan pada pembangunan karakter dan mental.

“Kami tidak hanya meminta para korban berhenti menggunakan narkoba. Tapi, kami bentuk karakter mereka agar lebih kuat, sehingga mampu melindungi diri dari bahaya narkoba ke depannya,” ujar Beben.

Wakil Bupati Rejang Lebong, Dr. Hendri, mengapresiasi inisiatif dan dedikasi Yayasan Karunia Insani.

“Saya berterima kasih atas kiprah dan kontribusi nyata yayasan ini dalam menangani masalah narkoba. Silakan susun konsep program kolaborasi dengan Pemkab, khususnya yang berfokus pada upaya pencegahan dan deteksi dini. Ini sangat penting agar kita bisa menekan angka korban narkoba di Rejang Lebong,” ujar Wabup.

Audiensi ditutup dengan harapan terbentuknya sinergi yang lebih kuat antara Pemkab dan Yayasan Karunia Insani dalam membangun Rejang Lebong yang sehat dan bebas dari narkoba.(rahman)