VISI
Berdasarkan visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih maka visi
pembangunan Kabupaten Rejang Lebong dalam RPJMD 20212026 adalah: “Terwujudnya
Kabupaten Rejang Lebong BERCAHAYA untuk SEMUA (Berkarakter, Religius, Cerdas,
Sehat, Berbudaya, untuk Sejahtera dan Maju Bersama)”. Visi ini menggambarkan arah
pembangunan atau kondisi masa depan Kabupaten Rejang Lebong yang ingin dicapai dalam
kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan. Perumusan penjelasan visi Kabupaten Rejang Lebong
dalam RPJMD 20212026 disajikan pada penjelasan berikut ini.


1. Bercahaya

Terwujudnya Kabupaten Rejang Lebong BERCAHAYA bukan hanya sekedar Akronim
dari kata Berkarakter, Religius, Cerdas, Sehat, dan Berbudaya. Arti secara harfiah kata Cahaya
dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti Sinar atau Terang, sedangkan
BERCAHAYA memiliki arti memancarkan sinar atau cahaya. Lebih jauh lagi jika dilihat secara
etimologis, cahaya adalah sesuatu yang menyinari suatu objek sehingga objek tersebut menjadi
jelas dan terang. Menurut pakar tata bahasa Arab Ibrahim Anis dalam alMujam alWasth, nur
(cahaya) adalah sesuatu yang menyebabkan mata dapat melihat sehingga makna dari
BERCAHAYA itu sendiri merupakan representasi dari harapan, tekad dan tujuan untuk
menghadirkan Pemerintah sebagai petunjuk arah menuju Kesejahteraan dan Kemajuan
bersama. Sebagai pemegang mandat dari masyarakat, pasangan SAHE berkomitmen untuk
tidak abai dengan segala masalah yang tengah dihadapi oleh masyarakat, sebagaimana sejalan
dengan filosofi dari CAHAYA yang tidak pernah memilih untuk merambat pada setiap celah
celah kegelapan. Oleh karena itu, BERCAHAYA merupakan tujuan primer yang wajib
diwujudkan untuk mencapai tujuan sesungguhnya yang diharapkan oleh masyarakat yaitu
Kesejahteraan dan Kemajuan Bersama.


2. Untuk Semua

Untuk Semua bukan sekedar akronim dari kata Sejahtera dan Maju Bersama.
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berkomitmen untuk memastikan setiap kebijakan tidak
akan berpihak pada status, suku, agama, dan ras manapun, melainkan untuk kepentingan dan
citacita bersama. Untuk SEMUA juga bermakna bahwa program dan kebijakan Pemerintah
merupakan ikhtiar kolektif dan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat yang sinergis.

MISI


Sesuai dengan harapan terwujudnya “Terwujudnya Kabupaten Rejang Lebong
BERCAHAYA untuk SEMUA (Berkarakter, Religius, Cerdas, Sehat, Berbudaya, untuk
Sejahtera dan Maju Bersama)”, maka ditetapkan misi pembangunan Kabupaten Rejang
Lebong Tahun 20212026 sebagai upaya dalam mewujudkan visi, sebagai berikut:

1. Membangun karakter masyarakat Rejang Lebong yang berdaya saing dan inovatif

2. Memantapkan pemahaman, pengamalan, dan pelestarian nilainilai keagamaan dalam
kehidupan bermasyarakat

3. Meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan

4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dan rujukan masyarakat

5. Melestarikan nilainilai budaya dan kearifan lokal sebagai identitas daerah

6. Mengembangkan reformasi birokrasi melalui tata kelola pemerintahan yang bersih,
efektif, dan transparan yang berorientasi pada inovasi dan pelayanan prima

7. Mewujudkan pembangunan kawasan berbasis potensi lokal (pertanian dan pariwisata)
dan ekonomi kreatif untuk mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi
masyarakat yang berkelanjutan

8. Memperluas ketersediaan lapangan kerja guna mengentaskan kemiskinan melalui
programprogram solutif

9. Mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur yang integratif dan kolaboratif.


Penjabaran Misi

Penjabaran Misi 1 : Sebagaimana Program Nasional yang memprioritaskan pentingnya
Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diejawantahkan dalam program “Revolusi’
Mental”, membangun Karakter Masyarakat sangatlah penting guna menghadapi kompetisi
global serta meningkatkan kualitas dan daya saing masyarakat. Karakter masyarakat yang
kompetitif dan inovatif akan melahirkan kepedulian sosial masyarakat terhadap ikhtiar
bersama dalam mewujudkan kemajuan bagi Kabupaten Rejang Lebong.


Penjabaran Misi 2 : Memantapkan pemahaman, pengamalan dan pelestarian nilainilai agama
dalam mewujudkan masyarakat yang religius merupakan satu kesatuan yang tidak
terpisahkan dari tujuan pembangunan itu sendiri. Melalui pendekatan nilainilai keagamaan
akan membentuk tatanan pemerintahan dan masyarakat yang bersih, beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Penjabaran Misi 3 : Pendidikan merupakan indikator utama pemenuhan kebutuhan dasar
masyarakat. kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari aksesibilitas serta kualitas pendidikan
yang dimiliki. Usaha peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan meliputi pemerataan
ketersediaan tenaga pendidik yang berkualitas serta sarana dan prasarana pendidikan yang
memadai. Keberpihakan Pemerintah terhadap pendidikan merupakan wujud investasi jangka
panjang dalam pembangunan daerah yang akan melahirkan generasi emas.


Penjabaran Misi 4 : Kualitas pelayanan kesehatan akan direpresentasikan dengan usaha
perbaikan dan peningkatan kualitas tenaga kesehatan, pemenuhan fasilitas kesehatan dasar
dan rujukan, meningkatkan kemudahan akses ke fasilitas kesehatan dasar dan rujukan, serta
pemerataan layanan kesehatan ke seluruh Kabupaten Rejang Lebong.


Penjabaran Misi 5 : Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong yang beragam merupakan identitas
daerah yang dapat menjadi daya tarik wisata budaya daerah yang dapat berdampak pada
peningkatan perekonomian masyarakat sehingga harus dipertahankan eksistensinya melalui
pelestarian budaya.


Penjelasan Misi 6 : Birokrasi (pemerintahan) merupakan poros dari pembangunan daerah
sehingga sangat penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif dan
transparan yang berorientasi pada inovasi dan pelayanan prima melalui penguatan reformasi
birokrasi, menyelenggarakan pemerintahan yang good governance, menghadirkan
kepemimpinan yang humanis dan aspiratif, membangun ruang keterlibatan terkait kebijakan
publik, serta pengelolaan anggaran dengan lebih transparan, efektif dan efisien.


Penjelasan Misi 7 : Rejang Lebong merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Provinsi
Bengkulu yang memiliki banyak objek wisata potensial sekaligus sebagai daerah pertanian
yang memiliki beberapa komoditas unggulan, antara lain kopi, gula aren dan tanaman
holtikultura lainnya membutuhkan langkah strategis dan berkelanjutan dalam rangka
mengoptimalkan setiap potensi yang ada. Pengembangan pariwisata Kabupaten Rejang
Lebong harus dilaksanakan secara holistik dengan mempertimbangkan seluruh aspek
pendukung, seperti sarana dan prasarana pariwisata yang berkualitas, pelaku usaha wisata
yang berkompeten, dan melaksanakan eventevent yang berkaitan dengan kepariwisataan.
Pengembangan komoditas unggulan pada sektor pertanian dilaksanakan berbasis kawasan
dengan membangun sistem hilirisasi guna meningkatkan nilai ekonomis bagi masyarakat
petani. Pengembangan ekonomi kreatif tidak kalah penting untuk menjadi perhatian guna
mendukung kegiatan pariwisata dan pertanian di era digital yang dihadapi saat ini.

Pengembangan pariwisata, pertanian dan ekonomi kreatif yang terintegrasi akan mampu
mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi masyarakat.


Penjelasan Misi 8 : Minimnya ketersediaan lapangan kerja merupakan penyebab utama
tingginya tingkat kemiskinan di suatu daerah. Oleh karenanya dibutuhkan beberapa program
solutif yang dapat menjawab tantangan ini, beberapa diantaranya adalah menjalin kerjasama
dengan pihak swasta (investor) dan meningkatkan kepercayaan Pemerintah Pusat kepada
Kabupaten Rejang Lebong guna mendapatkan suntikan dana untuk memperluas ketersediaan
lapangan kerja.


Penjelasan Misi 9 : infrastruktur sebagai sarana pendukung dalam percepatan pembangunan
dan peningkatan perekonomian masyarakat sangatlah penting untuk dilaksanakan secara
integratif dan kolaboratif. Infrastruktur yang integratif dimaksudkan untuk mengintegrasikan
semua program program prioritas lainnya, misalnya pembangunan infrastruktur jalan
menuju kawasan wisata, pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan,
pembangunan infrastruktur jalan untuk meningkatkan aksesibilitas proses produksi petani.
Pembangunan secara kolaboratif merupakan pembangunan yang melibatkan seluruh
stakeholder dengan mengedepankan musyawarah berdasarkan skala prioritas.