MEDIA CENTRE REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menggelar rapat tindak lanjut Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Rejang Lebong di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Kamis (18/06/2026) pukul 09.00 WIB.

Rapat dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumatri Badar, S.E., M.M. Turut hadir Asisten II Setda Rejang Lebong Titin Verayensi, S.K.M., M.K.M., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Anes Rahman, S.Sos., M.Sos., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Fery Najamudin, S.H., Kabag Perekonomian Setdakab Rejang Lebong Sofan Wahyudi, S.Si., Apt., M.PM., serta perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu dan anggota TPID lainnya.

Usai rapat, Kabag Perekonomian Setdakab Rejang Lebong Sofan Wahyudi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan evaluasi bersama Bank Indonesia, BPS, dan TPID terkait perkembangan Indeks Perubahan Harga (IPH) di Kabupaten Rejang Lebong.

“Pada bulan Mei lalu terdapat perubahan harga yang cukup signifikan. Namun alhamdulillah, memasuki bulan Juni ini kondisi inflasi di Kabupaten Rejang Lebong sudah dapat dikendalikan dengan baik. Rapat ini menjadi sarana evaluasi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan,” ujar Sofan.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah upaya pengendalian inflasi, salah satunya mendorong Dinas Pertanian untuk lebih aktif mendampingi petani dalam meningkatkan produksi komoditas strategis seperti cabai dan beras yang selama ini menjadi penyumbang inflasi daerah.

Menurut Sofan, komoditas cabai masih menjadi faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga. Hal ini disebabkan tingginya permintaan dari luar daerah terhadap cabai produksi Rejang Lebong sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan stok lokal.

“Ke depan kita akan berupaya meningkatkan produksi cabai melalui penambahan luas tanam pada beberapa kelompok tani dengan pendampingan dari Dinas Pertanian,” jelasnya.

Selain cabai, TPID juga mencermati perkembangan harga sejumlah bahan pokok lainnya, termasuk minyak goreng. Meski terdapat potensi kenaikan harga akibat meningkatnya biaya bahan baku kemasan plastik, pemerintah memastikan harga minyak goreng yang disalurkan melalui Bulog tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan hasil pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) pasar yang telah dilakukan, kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Rejang Lebong masih relatif stabil dan terkendali.

Sebagai langkah antisipasi, TPID akan terus melaksanakan berbagai program pengendalian inflasi seperti Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, sidak pasar, pengawasan distribusi dan stok barang, serta sosialisasi bersama pangkalan gas LPG yang direncanakan pada 24 Juni mendatang.

Terkait kenaikan harga BBM yang terjadi beberapa waktu lalu, Sofan mengakui adanya potensi dampak terhadap harga kebutuhan pokok karena berkaitan dengan biaya transportasi. Namun hingga saat ini, kenaikan tersebut belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap harga barang di Kabupaten Rejang Lebong.

“Potensi dampaknya tentu ada, tetapi sampai saat ini kondisi harga masih stabil. Pemerintah daerah bersama TPID akan terus melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah intervensi apabila diperlukan,” pungkasnya.(mcrl/tio/hengky)