MEDIA CENTER REJANG LEBONG— Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bengkulu menggelar pembinaan 10 Program Pokok PKK di Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (17/6/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara gerakan masyarakat dan program pembangunan pemerintah berbasis keluarga.
Pembinaan berlangsung di dua lokasi, yakni Ruang Pola Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan SMP Negeri 2 Curup. Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli TP PKK Provinsi Bengkulu yang juga anggota DPR RI dari Dapil Bengkulu, Eko Kurnia Ningsih Mian, Ketua TP PKK Rejang Lebong Intan Larasita Fikri, anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Rejang Lebong–Lebong Anita Rosjonsyah, serta jajaran pengurus PKK tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, hingga desa/kelurahan.

Kegiatan dibuka secara resmi di Ruang Pola Pemkab Rejang Lebong dan diawali dengan penampilan Tari Persembahan oleh Sanggar TK Pembina Negeri Rejang Lebong di bawah binaan Ny. Intan Larasita Fikri.
Dalam sambutannya, Eko Mian menekankan pentingnya peran strategis kader PKK sebagai agen perubahan sosial. Ia juga menyoroti urgensi penguatan kapasitas kader dalam menyukseskan pembangunan keluarga yang sejahtera, sehat, dan mandiri.
“Pembinaan ini bukan sekadar pengenalan kembali terhadap 10 Program Pokok PKK. Lebih dari itu, ini merupakan momentum memperkuat komitmen kita dalam mewujudkan perubahan nyata menuju Indonesia Emas 2045,” ujar istri Wakil Gubernur Bengkulu tersebut.
Pokja Sampaikan Materi Teknis
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan teknis oleh Kelompok Kerja (Pokja) I hingga IV yang digelar di SMP Negeri 2 Curup. Masing-masing Pokja menyampaikan materi sesuai bidang tugas, mulai dari pembinaan karakter keluarga, pendidikan dan ekonomi rumah tangga, hingga kesehatan dan pelestarian lingkungan hidup.

Adapun pemateri yang terlibat dalam sesi tersebut antara lain:
Pokja I: Ny Ventu dan Ny Reka Septianti
Pokja II: Ny Herwantoni dan Ny Mardintini Bando
Pokja III: Ny Afri Candriyani
Pokja IV: Ny Matrieni

Sementara itu, materi terkait kesekretariatan tetap dilaksanakan di Ruang Pola dan difokuskan pada penguatan pemahaman administrasi kelembagaan PKK, termasuk pengelolaan kelompok Dasa Wisma sebagai ujung tombak pelaksanaan program.
Eko Mian menyampaikan bahwa sistem administrasi PKK saat ini masih merujuk pada hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX periode 2021–2024 yang tertuang dalam tiga buku pedoman utama: Rencana Induk, Strategi Gerakan, dan Petunjuk Teknis Tata Kelola Kelembagaan PKK.
“Setelah pembinaan ini, TP PKK kabupaten diharapkan segera melanjutkan pembinaan ke tingkat kecamatan, desa, hingga kelompok Dasa Wisma,” ujarnya.

Ketua TP PKK Rejang Lebong, Intan Larasita Fikri, menyampaikan bahwa gerakan PKK harus mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari aspek pangan, pendidikan, hingga penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
“Peran perempuan dan keluarga sangat strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter dan masyarakat yang sejahtera. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum penguatan kapasitas, semangat gotong royong, dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat,” tutur Intan.

Ia juga berharap para kader dapat memanfaatkan forum pembinaan ini sebagai wadah konsolidasi, pertukaran informasi, dan evaluasi pelaksanaan program kerja.
Kegiatan ditutup dengan jamuan makan siang bersama di Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong.(dioba/bisma/bambang/dero)
