MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Staf Ahli Bupati Rejang Lebong Taman SP MSi menutup pembinaan rohani Kholwat Fijawat Thoriqoh Naqsyabandiyah di Desa Suka Datang, Kecamatan Curup Utara, Selasa (3/3/2026) pukul 18.00 WIB.
Penutupan Kholwat Fijawat atau suluk tersebut dihadiri Wakapolres Rejang Lebong Kompol Risdianta SH MH, Pasi Intel Kodim 0409 Kapten Inf Yudho Hartono, perwakilan Kejari Melinda SH, serta M Hafizh Qoyyum SM dari Kesbangpol Kabupaten Rejang Lebong.
Kegiatan suluk ini dipimpin oleh Syech Muhammad Hafizuddin Farizal Al Balai Butari dan didukung para guru pembina.
Dalam sambutannya, Taman SP MSi menyampaikan permohonan maaf dari HM Fikri Thobari SE MAP yang belum dapat hadir secara langsung dalam penutupan kegiatan tersebut.
“Sebelumnya, saya sampaikan permohonan maaf Pak Bupati yang belum bisa hadir dalam kegiatan penutupan suluk ini. Namun, beliau sangat mengapresiasi kegiatan pembinaan kerohanian yang diikuti para jemaah dari Rejang Lebong dan luar Rejang Lebong ini. Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan ini, sebab pembangunan daerah bukan sekadar pembangunan fisik tetapi juga pembangunan fondasi mental dan spiritual masyarakat,” ujar Taman.
Ia menambahkan, setelah mengikuti suluk, para jemaah diharapkan mampu membawa pulang dua hal penting, yakni kesabaran dan kesalehan sosial.
“Menjadi pribadi yang sabar sehingga dapat menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Serta menjadikan ilmu yang didapat tidak hanya sebatas zikir lisan, tetapi menjelma menjadi perilaku santun dan penuh kasih sayang antar sesama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Suluk Guru Bakir menjelaskan, Kholwat Fijawat tahun 2026 ini diikuti sebanyak 138 peserta dari berbagai daerah, baik dari Kabupaten Rejang Lebong maupun luar daerah.
“Suluk ini dilaksanakan selama 10 hari 11 malam, mulai 19 Februari hingga 3 Maret 2026. Diharapkan ilmu tasawuf yang diperoleh dapat dikembangkan di lingkungan masing-masing,” jelas Bakir.
Beberapa peserta turut membagikan pengalaman spiritualnya selama mengikuti suluk. Ponimin (52), peserta asal Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengaku merasakan perubahan besar dalam hidupnya.
“Saya ini sebelumnya hidup sebagai bromocorah di Lampung. Setelah mengikuti 17 materi suluk selama 10 hari 11 malam, saya merasa sangat dekat dengan Allah dan merasakan ketenangan jiwa yang luar biasa,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Wiwik Wibisono (59) dari Baturaja, Sumatera Selatan. Pensiunan PLN tersebut mengaku tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Selama 10 hari 11 malam kita berzikir. Zikir dilaksanakan selepas salat Isya hingga Subuh. Waktu istirahat hanya pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, setelah itu dilanjutkan kembali dengan zikir,” ungkap Wiwik.
Sebelum berbuka puasa bersama, panitia terlebih dahulu menyerahkan cinderamata kepada Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Kodim 0409, Polres Rejang Lebong, Kejari, dan Kesbangpol sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan.(mcrl/rahman/edy)












