MEDIA CENTRE REJANG LEBONG – Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, SE., MM turun langsung meninjau lokasi jembatan gantung putus serta jalan ambles di Desa Kayu Manis yang menghubungkan Desa Cawang Lama, Kecamatan Selupu Rejang, Senin (25/05/2026) pukul 11.00 WIB.
Peninjauan dilakukan bersama Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong M. Budianto, Camat Selupu Rejang Meilinda, Kepala Desa Cawang Lama Ishak serta Kepala Desa Kayu Manis Waluyo.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi jalan longsor dan jembatan gantung yang mengalami kerusakan parah akibat hujan lebat dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut beberapa hari terakhir.
Sekda Rejang Lebong Iwan Sumantri Badar mengatakan, akses tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari digunakan masyarakat, khususnya para petani untuk menuju lahan perkebunan maupun aktivitas antar desa.
“ Hari ini kita kembali mengunjungi salah satu jalan longsor yang terjadi di Desa Kayu Manis. Jalan ini menghubungkan Desa Cawang Lama dengan Desa Kayu Manis dan kesehariannya banyak dilalui petani,” ujar Iwan Sumantri Badar.
Ia menjelaskan, pada hari yang sama Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong meninjau dua titik bencana sekaligus, yakni jalan ambles dan jembatan gantung putus yang menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.
“Jembatan gantung yang putus ini sangat parah karena menghubungkan dua desa dan aktivitas masyarakat terutama petani sangat bergantung dengan akses tersebut,” tambahnya.
Menurut Sekda, pemerintah daerah akan segera berupaya mencari solusi dan langkah penanganan agar akses masyarakat dapat kembali normal meskipun saat ini daerah menghadapi keterbatasan anggaran.
“Kita sama-sama berdoa semoga ada solusi yang bisa segera dilakukan untuk mengatasi kesulitan masyarakat di bawah,” tutupnya.
Akibat putusnya jembatan gantung dan amblesnya badan jalan tersebut, aktivitas warga dan distribusi hasil pertanian dari kawasan Kayu Manis menuju Cawang Lama sementara terganggu. Pemerintah daerah pun terus melakukan pendataan serta koordinasi guna percepatan penanganan infrastruktur terdampak bencana.(mcrl/tio)

