MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, SE, MM bersama Dandim 0409/Rejang Lebong, Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada menghadiri syukuran serentak pembangunan Jembatan Garuda Tahap III di Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup, Rabu (24/06/2026).

Kegiatan syukuran dilaksanakan di lokasi jembatan gantung yang membentang di atas Kali Merah dan menghubungkan Kelurahan Dwi Tunggal dengan Desa Rimbo Recap. Turut hadir Kabag Logistik Polres Rejang Lebong AKP Aswani, Jaksa Kejari Rejang Lebong Lady Nanggolan, SH., MH., Camat Curup Gunawan Wicaksono, SSTP., M.Si., Lurah Dwi Tunggal Kambali, Kepala Desa Rimbo Recap Agusman, serta masyarakat dari kedua wilayah.

Syukuran pembangunan Jembatan Garuda Tahap III dipusatkan di Desa Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan diikuti secara daring oleh seluruh daerah penerima program. Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Danrem 041/Gamas Brigjen TNI Jatmiko Ariyanto, serta Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Dr. H. Herwan Antoni. Acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Pangdam sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan sejumlah jembatan di Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan program Satgas Jembatan TNI yang bertujuan membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat.

“Pembangunan Jembatan Garuda Tahap III dan IV mencakup 35 paket yang tersebar di delapan titik wilayah Bengkulu. Selanjutnya Tahap V sebanyak sembilan titik dan Tahap VI sebanyak 18 titik akan dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2026,” ujar Pangdam.

Menurutnya, keberadaan jembatan sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat, terutama petani dan pelajar yang selama ini menghadapi kendala akses akibat kondisi sungai.

“Jembatan Garuda diharapkan dapat memperlancar arus transportasi masyarakat. Anak-anak sekolah tidak lagi harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah, begitu juga aktivitas masyarakat lainnya menjadi lebih aman dan mudah,” tambahnya.

Pangdam juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang.

Saat sesi dialog daring, Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada melaporkan bahwa jembatan gantung penghubung Dwi Tunggal dan Rimbo Recap memiliki panjang 80 meter dengan lebar 1,2 meter dan selesai dibangun dalam waktu 41 hari.

“Saat ini jembatan gantung tersebut sudah dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” jelas Dandim.

Lurah Dwi Tunggal, Kambali, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas terealisasinya pembangunan jembatan yang telah lama diusulkan masyarakat.

“Kurang lebih 12 tahun masyarakat mengusulkan pembangunan jembatan ini melalui Musrenbang. Alhamdulillah berkat dukungan Kodim 0409/Rejang Lebong, jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat akhirnya dapat terwujud,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala SD Negeri 111 Dwi Tunggal, Khairul, M.Pd. Menurutnya, keberadaan jembatan akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan dunia pendidikan, khususnya bagi sekolah yang dipimpinnya.

“Dengan adanya jembatan ini, akses dari Desa Rimbo Recap menuju sekolah menjadi lebih dekat. Kami optimistis jumlah peserta didik baru akan meningkat karena masyarakat kini lebih mudah menjangkau sekolah,” katanya.

Selain itu, pihak sekolah bersama Posyandu dan TP PKK Dwi Tunggal juga tengah berupaya mengembangkan layanan pendidikan anak usia dini melalui pendirian PAUD Mutiara 21 yang memanfaatkan salah satu gedung di lingkungan SDN 111.

Masyarakat berharap kehadiran Jembatan Garuda tidak hanya memperlancar konektivitas antarwilayah, tetapi juga mampu mendorong peningkatan sektor pendidikan, ekonomi, dan pelayanan sosial bagi warga Dwi Tunggal dan Rimbo Recap.(mcrl/rahman/dodo).