DISKOMINFO-MEDIA CENTER REJANG LEBONG: Rabu (17/03/21) siang, Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah menghadiri langsung Rapat koordinasi (Rakor) Program Bansos tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2021 yang digelar di Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong Drs. Syamsul Efendi MM.

Dalam Rapat koordinasi yang bertema ” meningkatkan sinergitas dan kualitas pelaksanaan program bantuan sosial di Provinsi Bengkulu” tersebut merupakan Rakor Program Bansos Tingkat Provinsi yang dilakukan secara rutin setiap tahun, namun di tahun 2021 dipusatkan di kabupaten Rejang Lebong.

Bupati Rejang Lebong, Drs. Syamsul Effendi, MM mengungkapkan, Rakor Program Bansos tingkat Provinsi Bengkulu yang di gelar tersebut merupakan suatu bentuk sinergitas guna menekan angka kemiskinan di provinsi Bengkulu.

” Rakor Bansos tingkat Provinsi biasanya di gelar di kota Bengkulu, namun ditahun ini di gelar di kabupaten Rejang Lebong, Alhamdulillah berjalan sesuai dengan yang diharapkan, ” jelasnya.

Ia menambahkan di masa pandemi yang telah melanda selama satu tahun ini, Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial memang harus banyak melakukan pendataan untuk penyaluran Bansos dari Pemerintah Pusat maupun Daerah.

” Dengan wabah yang melanda yakni pandemi Covid-19, maka penyaluran Bansos harus benar benar didata, seperti penerima program Bansos BST, Pra kerja, Bansos Keluarga Harapan dan Bansos bantuan tunai dan yang lainnya, sehingga masyarakat yang benar benar berhak menerima Bansos mendapatkan haknya sebagai penerima,” tambahnya.

Maka dari itu, sambungnya, peran dari TKSK yang ada di Kabupaten Rejang Lebong harus bekerja semaksimal mungkin untuk mendata warga yang kurang mampu sehingga mendapatkan bantuan sosial, serta dengan Bansos yang diberikan kepada masyarakat dapat meringankan dan membantu memulihkan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah menyampaikan Rakor yang dilaksanakan untuk memantau data yang validasi untuk penyaluran Bansos di setiap daerah, sehingga bantuan yang disalurkan akan tepat sasaran.

” Kita berharap TKSK benar benar turun kelapangan langsung untuk mendata, sehingga data yang dihasilkan lebih valid, saat ini program Bantuan Sosial di Provinsi Bengkulu mencapai 350.000 penerima,” tutupnya.(Mcrl.Intan)