MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., menyatakan dukungannya terhadap peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rejang Lebong dalam menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Plt Bupati saat menerima audiensi jajaran pengurus Baznas Rejang Lebong di ruang kerjanya, Selasa (19/05/2026) pukul 13.00 WIB.
Dalam pertemuan tersebut, Plt Bupati didampingi Kabag Kesra Setdakab Rejang Lebong Darmansyah. Sementara dari pihak Baznas hadir Ketua Baznas H. Ahmad Supani bersama anggota Nanang dan Dahlan Edial, serta Staf Ahli Baznas Faisal Najarudin.
“Baznas harus mampu mendukung program bantu rakyat di Rejang Lebong,” tegas Plt Bupati Hendri.
Audiensi berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi dalam upaya memperkuat program sosial keagamaan untuk membantu masyarakat kurang mampu di Kabupaten Rejang Lebong.
Dalam kesempatan itu, Ketua Baznas melalui Staf Ahli Baznas Faisal Najarudin memaparkan perkembangan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Tahun 2025 lalu, Baznas menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat berkisar Rp105 juta sampai Rp110 juta per bulan. Namun sejak Mei 2025 meningkat menjadi Rp130 juta hingga Rp180 juta per bulan,” jelas Faisal.
Ia menambahkan, total dana zakat, infak, dan sedekah yang berhasil dihimpun sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar Rp2,6 miliar.
Sementara itu, pada periode Januari hingga Maret 2026, rata-rata dana yang berhasil dihimpun meningkat signifikan menjadi sekitar Rp280 juta per bulan.
Menurut Faisal, angka tersebut masih berpotensi terus bertambah apabila seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, menyalurkan zakat penghasilannya melalui Baznas.
“Jika seluruh PNS dan PPPK membayar zakat 2,5 persen dari penghasilannya, kami optimistis penghimpunan dana zakat bisa mencapai Rp700 juta per bulan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 3.000 ASN PNS dan 1.800 PPPK di lingkungan Pemkab Rejang Lebong yang berpotensi menjadi muzaki aktif melalui sistem pemotongan zakat penghasilan.
Karena itu, pihak Baznas berharap ke depan pembayaran zakat 2,5 persen dapat dilakukan secara otomatis melalui pemotongan gaji ASN bekerja sama dengan Bank Bengkulu.
“Tapi untuk itu perlu dilakukan MoU antara Pemkab Rejang Lebong, Baznas, dan Bank Bengkulu agar mekanisme pemotongan zakat bisa berjalan sesuai aturan,” tambah Faisal.
Selain menyampaikan capaian penghimpunan dana, Baznas juga memaparkan berbagai program bantuan yang selama ini telah dijalankan untuk masyarakat.
Di antaranya program bedah rumah, santunan anak yatim, bantuan korban bencana alam, bantuan korban kebakaran, hingga bantuan sosial lainnya bagi masyarakat kurang mampu.
Ke depan, Baznas Rejang Lebong juga berencana mengembangkan berbagai program baru seperti mendukung kegiatan syiar Islam, pelaksanaan MTQ, pembangunan sarana air bersih, pemberdayaan UMKM, hingga pendirian rumah produktif bagi anak yatim.
“Ke depan kita ingin program Baznas semakin luas dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Faisal.
Rencana pengembangan program tersebut mendapat dukungan penuh dari Plt Bupati Rejang Lebong. Menurutnya, keberadaan Baznas memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah daerah memperkuat program sosial kemasyarakatan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Plt Bupati berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas terus diperkuat sehingga dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dapat dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran demi mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong.(mcrl/bisma/rahman)





