MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menunjukkan respons cepat terhadap musibah angin puting beliung yang melanda Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang. Dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong Dr H. Hendri, S.STP, M.Si, didampingi Ketua DPRD Rejang Lebong Juliansyah Yayan, jajaran Pemkab turun meninjau lokasi bencana pada Minggu pagi (5/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga pascabencana sekaligus memastikan kerusakan rumah-rumah yang diterjang angin kencang pada Sabtu sore (4/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Di tengah suasana duka dan puing-puing bangunan yang berserakan, rombongan Pemkab menyusuri rumah warga satu per satu. Sejumlah atap rumah tampak hilang tersapu angin, sementara beberapa dinding rumah roboh dan menyisakan kepanikan yang masih terasa di wajah warga.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Sekda Rejang Lebong Iwan Sumantri Badar, Asisten I Bobby Harpa Santana, Ketua Baznas H Ahmad Supani, Camat Selupu Rejang Mailinda, Kapolsek Selupu Rejang IPTU Azmi Aryanto, jajaran OPD terkait, serta para kepala desa se-Kecamatan Selupu Rejang.

Plt Bupati Hendri menegaskan, kehadiran pemerintah di lokasi bencana bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk kepedulian dan tanggung jawab untuk memastikan warga tidak merasa sendiri menghadapi musibah.

Pemerintah, kata Hendri, ingin melihat langsung dampak bencana sekaligus memetakan kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi.

Sebagai langkah awal, Pemkab Rejang Lebong juga menyalurkan bantuan berupa kasur, terpal, serta bahan makanan bagi warga yang rumahnya terdampak.

Namun Hendri mengakui, bantuan awal tersebut masih belum mencukupi mengingat jumlah kerusakan cukup besar. Ia pun langsung menginstruksikan Dinas Sosial, BPBD, serta Baznas agar segera melakukan pendataan lanjutan secara lebih rinci.

Pendataan itu meliputi tingkat kerusakan rumah warga dan fasilitas lain yang ikut terdampak, termasuk kebutuhan material seperti seng, bata, dan perlengkapan pembangunan lainnya, agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Selain itu, Camat Selupu Rejang diminta terus memantau perkembangan di lapangan, termasuk memastikan tidak adanya gangguan terhadap fasilitas umum, seperti jaringan listrik dan akses warga.

Di hadapan warga, Hendri juga menyampaikan dukungan moril dan doa agar masyarakat yang terdampak tetap kuat menghadapi cobaan. Ia berharap musibah ini dapat dilewati dengan kesabaran, serta menjadi jalan datangnya hikmah dan kebaikan di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Desa Sumber Urip Sri Wahyudi menjelaskan, bencana puting beliung tersebut menyebabkan 33 rumah warga terdampak, dengan rincian 15 rumah rusak berat dan 18 rumah rusak ringan. Selain rumah, sebuah warung milik warga juga ikut mengalami kerusakan.

Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap yang beterbangan serta dinding rumah yang roboh akibat kuatnya terjangan angin.

Sri Wahyudi menyebut, Desa Sumber Urip memang tergolong wilayah yang kerap dilanda angin puting beliung. Namun kejadian kali ini dinilai sebagai yang paling parah dibandingkan peristiwa serupa yang terjadi pada tahun 2025 lalu.

Ia pun mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah yang langsung turun ke lapangan dan memberikan bantuan awal bagi masyarakat.

Di tengah warga yang masih berusaha menata kembali kehidupan mereka, kehadiran pemerintah menjadi penguat bahwa musibah ini tidak akan dibiarkan ditanggung sendiri.(mcrl/bisma)