MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Semangat kolaborasi, inovasi, dan penguatan otonomi daerah menjadi bekal baru bagi Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam mempercepat pembangunan daerah. Spirit tersebut diperoleh dari keikutsertaan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan HUT ke-80 Kabupaten Deli Serdang yang berlangsung pada 1–3 Juli 2026 di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si bersama Ketua TP PKK Kabupaten Rejang Lebong dr. Melka Novera Sari, Sp.N serta jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengikuti berbagai agenda strategis nasional yang mempertemukan ratusan kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Dalam agenda Dialog Otonomi Daerah, Plt Bupati Hendri didampingi Asisten I Setda Rejang Lebong Bobby Harpa Santana, S.STP., M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Plt Kepala Bagian Pemerintahan Setda Rejang Lebong. Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Rejang Lebong mengikuti Women Program, sedangkan Kepala Bagian Pembangunan, Plt Sekretaris Bappeda, dan Kepala Bidang Pendapatan mengikuti Forum Bisnis Daerah (Forbisda).

Rangkaian kegiatan diawali dengan Welcome Dinner pada 1 Juli 2026, kemudian dilanjutkan Dialog Otonomi Daerah, Women Program, Forum Bisnis Daerah (Forbisda), Malam Final Putri Otonomi Daerah 2026, hingga Fun Walk bersama seluruh peserta HUT APKASI.

Salah satu agenda utama adalah Dialog Otonomi Daerah yang digelar di Hall Institut Kesehatan Medistra (IKM Hall), Kamis (2/7/2026). Forum tersebut menghadirkan Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Bima Arya Sugiarto, Ketua Umum APKASI sekaligus Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, serta ratusan kepala daerah dari berbagai kabupaten di Indonesia.

Dalam paparannya, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa pemerintah kabupaten harus mampu memperkuat kemandirian fiskal dengan menggali potensi daerah secara kreatif dan inovatif, sehingga tidak lagi bergantung pada transfer pemerintah pusat.

Selain itu, pemerintah daerah juga dituntut mempercepat digitalisasi pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, membangun iklim investasi yang kondusif, serta menjalin kolaborasi dengan dunia usaha agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Daerah harus berani berinovasi, memperkuat pelayanan publik, dan membangun sumber-sumber ekonomi baru. Kolaborasi antardaerah menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan Indonesia,” tegas Bima Arya.

Sementara itu, Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi mengungkapkan sebanyak 216 kabupaten mengikuti seluruh rangkaian HUT APKASI ke-26. Ia mengajak seluruh kepala daerah memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, serta melahirkan inovasi dalam memperkuat pelaksanaan otonomi daerah.

“Selama 26 tahun APKASI terus menjadi wadah perjuangan pemerintah kabupaten dalam memperkuat kapasitas pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bursah.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menambahkan bahwa pemerintah kabupaten merupakan tulang punggung pembangunan nasional. Karena itu, sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat harus terus diperkuat agar berbagai persoalan di daerah dapat diselesaikan secara efektif.

Menanggapi berbagai materi yang disampaikan dalam forum tersebut, Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si mengatakan keikutsertaan dalam APKASI menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus menyerap berbagai inovasi yang dapat diterapkan di Kabupaten Rejang Lebong.

“Forum APKASI bukan sekadar ajang silaturahmi antarkepala daerah, tetapi menjadi ruang belajar bersama untuk memperoleh berbagai strategi pembangunan, terutama dalam meningkatkan kemandirian fiskal, memperkuat pelayanan publik, dan mempercepat pembangunan daerah. Banyak pengalaman yang bisa kita adopsi untuk kemajuan Rejang Lebong,” ujar Hendri.

Ia menambahkan, arahan Wakil Menteri Dalam Negeri mengenai penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), digitalisasi pemerintahan, dan inovasi pelayanan menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk terus melakukan pembenahan.

“Semangat kolaborasi yang dibangun melalui APKASI menjadi energi baru bagi Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk menghadirkan pemerintahan yang semakin inovatif, pelayanan publik yang semakin berkualitas, serta pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Rejang Lebong dr. Melka Novera Sari, Sp.N mengatakan Women Program dalam rangkaian APKASI memberikan banyak inspirasi mengenai penguatan peran perempuan sebagai mitra strategis pembangunan daerah.

“Kami memperoleh banyak praktik baik dari berbagai daerah, mulai dari pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, pengembangan UMKM, hingga peningkatan ekonomi masyarakat. Pengalaman tersebut akan menjadi referensi untuk memperkuat berbagai program PKK di Rejang Lebong agar semakin inovatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Melka.

Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam HUT APKASI ke-26 diharapkan semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah lain, memperluas peluang kerja sama, serta menghadirkan berbagai inovasi pembangunan demi mewujudkan Rejang Lebong yang maju, berdaya saing, mandiri, dan sejahtera.(mcrl/bisma/protokoler)