DISKOMINFO-MEDIA CENTER REJANG LEBONG: Meski melarang kegiatan menyebabkan kerumunan, Pemkab Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meski melarang kegiatan menyebabkan kerumunan, tapi masih mengizinkan warga untuk melaksanakan akad nikah dengan peserta terbatas maksimal 30 orang dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Untuk usaha pedagangan juga dibatasi mulai dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Para pelaku usaha di Rejang Lebong diminta untuk menyiapkan fasilitas protokol kesehatan, salah satunya tempat mencuci tangan, sabun dan hand sanitazer.

Selain itu, memastikan seluruh pengelola dan pengunjung untuk menggunakan masker dan menjaga jarak serta membatasi jumlah pengunjung, sesuai ketentuan sebesar 50 persen dari kapasitas tempat yang disediakan. Namun, untuk acara pesta pernikahan saat ini masih belum diizinkan karena berpotensi menimbulkan kerumunan orang.

“Ketentuan prokol kesehatan wajib dipatuhi pelaku usaha dan masyarakat Rejang Lebong guna mengantisipasi kasus Covid-19 terus meningkat di daerah ini,” kata Bupati Rejang Lebong, Ahmad Hijazi, di Bengkulu, Minggu (31/1/2021).

Bupati Hijazi menjelaskan, bagi pelaku usaha dan masyarakat yang melanggar dari ketentuan tersebut, Pemkab dan Satgas Penanganan Covid-19 daerah ini akan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Siapa saja melanggar ketentuan protokol kesehatan Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong, akan diberikan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku. Sikap tegas ini diambil Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemkab Rejang Lebong guna menekan kasus virus corona tidak melonjak ke depan,” ujarnya

Meski demikian, katanya perkembangan kasus Covid-19 di Rejang Lebong masih fluktuasi. “Kadang-kadang tidak ada penambahan kasus baru sama sekali, tapi tiba-tiba ada penambahan dalam jumlah banyak,” ujarnya.

Untuk itu, masalah ini pihaknya meminta masyarakat Rejang Lebong agar mematuhi protokol kesehatan saat berada di luar rumah dengan membiasakan mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, memakai masker dan tidak berkerumun.

“Saya kira jika masyarakat Rejang Lebong taat melaksanakan protokol kesehatan, maka warga yang terpapar Covid-19 akan berkurang, sehingga kasus virus corona di daerah ini akan melandai ke depan,” ujarnya.

Untuk menekan penyebaran kasus virus corona di Kabupaten Rejang Lebong, katanya, Pemkab Rejang Lebong akan membagikan 1 juta masker kepada masyarakat di daerah ini. Sebelumnya, Pemkab Rejang Lebong telah membagikan 1 juta masker kepada masyarakat di 15 kecamatan yang ada di daerah tersebut.

“Kita akan membagikan lagi masker sebanyak 1 juta buah kepada masyarakat Rejang Lebong untuk menekan penyebaran kasus Covid-19 dan sekaligus menurunkan penambahan kasus baru positif di daerah ini kedepan,” ujarnya.

Data kasus Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong, saat ini tercatat sebanyak 617 orang. Dari jumlah itu, pasien dinyatakan sembuh sebanyak 555 orang dan pasien dilaporkan meninggal dunia sebanyak 11 orang. Sedangkan sisanya masih menjalani perawatan.(Mcrl.Intan)