MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menunjukkan kepedulian dan respons cepat dalam menangani bencana banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sindang Beliti Ilir. Atas instruksi langsung Bupati Rejang Lebong H. M. Fikri Thobari, SE, MAP, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi terdampak pada Selasa malam (30/12/2025).
Banjir yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB tersebut dilaporkan oleh Kepala Desa Belimbing I dan Camat Sindang Beliti Ilir. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Rejang Lebong bersama OPD terkait bergerak ke lapangan sekitar pukul 20.00 WIB untuk melakukan pendataan korban, asesmen kerusakan, serta pengambilan dokumentasi di lokasi bencana.
Langkah cepat ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah, yakni Asisten I Setdakab Rejang Lebong Boby Harpa Santana, SSTP, MSi, Kepala Dinas Sosial Dr. Hambali, Kasat Pol PP Anton Sefrizal, S.STP, Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong M. Budianto, ST, MT, Kasi Kedaruratan, Kasi Logistik, serta Tim TRC BPBD Rejang Lebong.
Bupati Rejang Lebong H. M. Fikri Thobari menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat bencana merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian daerah terhadap keselamatan warganya.
“Begitu laporan kami terima, saya langsung menginstruksikan BPBD, Dinas Sosial, dan OPD terkait untuk bergerak cepat ke lokasi. Prioritas utama kita adalah keselamatan warga, memastikan tidak ada korban jiwa, serta menyiapkan langkah tanggap darurat,” tegas Bupati.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
“Pemerintah tidak boleh lambat dalam kondisi seperti ini. Kita hadir untuk masyarakat, memastikan mereka mendapatkan perlindungan, bantuan, dan pendampingan sampai kondisi benar-benar pulih,” lanjutnya.
Berdasarkan data sementara, banjir melanda Desa Belimbing I, Desa Sari Pulau, dan Desa Sukamerindu akibat tanggul jebol. Air setinggi kurang lebih satu meter menggenangi permukiman warga serta merusak sejumlah fasilitas umum seperti jembatan dan saluran drainase.
Di Desa Belimbing I, banjir berdampak pada sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) dengan estimasi kerugian sementara mencapai Rp100 juta.
Sementara di Desa Sari Pulau, tercatat 3 KK terdampak dengan estimasi kerugian sekitar Rp50 juta, akibat kerusakan barang elektronik dan perlengkapan rumah tangga milik warga atas nama Kristianto (39), Bambang Irawan (43), dan Hamdani (28).
Adapun di Desa Sukamerindu, banjir berdampak pada 18 KK serta merusak lahan persawahan warga yang siap panen. Beberapa petani terdampak antara lain Heli Putra (¾ hektare), Nurani (½ hektare), dan Endi (½ hektare). Kerugian sektor pertanian masih dalam proses pendataan karena tanaman padi diperkirakan siap panen dalam enam hari ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rejang Lebong M. Budianto, ST, MT menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus bersiaga dan melakukan koordinasi lintas instansi.
“Ini bentuk kepedulian pemerintah daerah. Kami terus melakukan pendataan dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan peringatan BMKG, wilayah Rejang Lebong dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap banjir, longsor, dan angin kencang. Pemerintah akan terus memantau situasi dan siap memberikan bantuan sewaktu-waktu,” pungkas Bupati.
Laporan kejadian banjir ini telah disampaikan kepada Kepala BNPB, Gubernur Bengkulu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Bupati Rejang Lebong, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong sebagai bentuk koordinasi lintas pemerintahan dalam penanganan bencana.(mcrl/kordes1)









