DISKOMINFO – MEDIA CENTER REJANG LEBONG : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dalam menghadapi perayaan Idul Fitri 1442 Hijriyah di Kabupaten Rejang Lebong.

Rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat SEKDA pagi itu dipimpin oleh Asisten I Setda Kabupaten Rejang Lebong, Pranoto Majid, S.H. M.SI.

Dalam rapat tersebut ada beberapa poin penting yang disepakati antara Pemkab. Rejang Lebong dengan FKPD dan Dinas Instansi terkait lainnya.

Diantaranya memperbolehkan melakukan Takbiran dan Sholat Idul Fitri di Masjid, melarang perjalanan mudik lintas provinsi, kemudian bagaimana proses penyaluran zakat dan menutup seluruh objek pariwisata di Kabupaten Rejang Lebong.

“Kita sepakat memperbolehkan masyarakat melakukan takbiran, tetapi hanya di Masjid, sedangkan takbiran keliling kita larang, kemudian Sholat Idul Fitri kita perbolehkan dan wajib mematuhi protokol kesehatan serta menutup seluruh objek wisata selama lima hari,” ujar Pranoto.

Terkait larangan mudik, Pemkab. Rejang Lebong sepakat untuk melarang perjalanan mudik lintas Provinsi dan memperbolehkan perjalanan mudik lintas kabupaten di wilayah Provinsi Bengkulu.

“Untuk perjalanan mudik lintas provinsi kita larang, ini harga mati. Kalau masih lintas Kabupaten, masih di Provinsi Bengkulu ya kita beri kelonggaran,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Pranoto mengungkapkan bahwa ada kesepakatan yang di sepakati antara Pemkab. Rejang Lebong dan Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau, Provinsi Sumatera Selatan.

Kesepakatan tersebut adalah memberikan kelonggaran dan memperbolehkan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong yang berada di Kota Lubuk Linggau dan sebaliknya melakukan perjalanan mudik.

“Banyak ASN dan masyarakat Rejang Lebong yang bekerja di Kota Lubuk Linggau dan sebaliknya. Kita perbolehkan mereka mudik ke daerah masing-masing,” kata Pranoto.

“Tetapi wajib mengikuti protokol kesehatan. Nanti kita periksa, kalau ada indikasi terpapar Covid-19 seperti naiknya suhu tubuh dan sebagainya tentu akan kita lakukan pemeriksaan melalui Tes Rapid Anti Gen,” pungkasnya. (ANDI)