DISKOMINFO – MEDIA CENTER REJANG LEBONG : Dalam rangka penggabungan sekolah yang dikenal dengan istilah Regrouping jelang memasuki Tahun Ajaran Baru 2021/2022 maka sebelum dimulainya PSB (Penerimaan Siswa Baru) maka solusi yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rejang Lebong menggelar rapat bersama yang melibatkan juga beberapa Kepala Desa (Kades) dan perwakilan Kepala Sekolah terdapat di Rejang Lebong langsung dipimpin oleh Kadis Dikbud Rejang Lebong Kirdes Lapendo Pasju,S.STP,M.Si yang diwakilkan pada Kabid Pembinaan Sekolah Dasar (PSD) Deri Effendi,S.Pd,MM bertempat di Aula Disdikbud Kabupaten Rejang Lebong, Senin (14/6).

Saat diwawancarai Tim MCRL dan sejumlah Wartawan usai dari memandu jalannya rapat tersebut Kadis Dikbud Rejang Lebong Kirdes Lapendo Pasju,S.STP,M.Si melalui Kabid Pembinaan Sekolah Dasar (PSD) Deri Effendi,S.Pd,MM mengatakan, sebelum diberlakukannya regulasi Regrouping diseluruh SD di Kabupaten Rejang Lebong ini maka diperlukan kajian yang dibahas melalui forum rapat bersama sejumlah Kades dan Kepala Sekolah SD sehingga nantinya diharapkan bisa maksimal dalam merealisasikan kebijakan Regrouping ini untuk bisa diterapkan di Rejang Lebong yang dimulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Insya Allah jelang memasuki Tahun Ajaran Baru 2021/2022 ini, Regrouping ditingkat SD (Sekolah Dasar) disejumlah Sekolah terdapat di Kabupaten Rejang Lebong kita ini bisa terealisasi dengan baik dan bisa memberikan dampak positif bagi kemajuan dan pengembangan mutu kualitas out put siswa dan SDM Guru-Guru yang ditempatkan di SD Regrouping ini,” ujar Deri Kabid PSD pada Tim MCRL dan sejumlah Wartawan, Senin (14/6). (Adit MCRL)