DISKOMINFO – MEDIA CENTER REJANG LEBONG : Guna memfasilitasi dan memastikan berlangsungnya penilaian kriteria Calon Sekolah Penggerak Nasional untuk di Daerah, maka Tim Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bengkulu langsung dipimpin Kepala LPMP Provinsi Bengkulu Johan Ahmadi,M.Ed menyambangi Diknas Rejang Lebong.

“Kami dari Tim LPMP Provinsi Bengkulu dengan didampingi juga Badan Pengembangan PAUD Diknas Provinsi Bengkulu sifatnya hanya memfasilitasi berlangsungnya tahapan proses penilaian Calon Sekolah Penggerak yang sekarang masih dalam proses penilaian oleh Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud RI di Pusat. Jadi, memiliki wewenang penuh itu hanya Ditjen GTK Kemendikbud RI bukan dari kami LPMP,” ungkap Kepala LPMP Provinsi Bengkulu pada segenap Insan Pers Jurnalis saat diwawancarai usai dari kegiatan Rapat Pleno bersama Diknas Rejang Lebong, Rabu (28/4).

Dikatakan juga Kepala LPMP ini bahwasannya, ketika nantinya Sekolah-Sekolah terbaik yang telah ditetapkan dan di SK-kan Ditjend GTK Kemendikbud RI ini ada beberapa point penting yang harus diketahui oleh masing-masing Kepala Daerah yakni tidak boleh melakukan mutasi Kepala Sekolah dalam kurun waktu minimal 3 tahun pengabdian.

“Jika nantinya telah final dan diumumkan oleh Ditjend GTK Kemendikbud RI Sekolah dari semua jenjang baik ditingkat TK/PAUD Negeri/Swasta, SD Negeri/Swasta dan SMP Negeri/Swasta yang terpilih dan menjadi pemenang kompetisinya menuju Sekolah Penggerak ada point penting perlu mutlak diketahui oleh Bupati di Daerah bahwasannya tidak boleh melakukan mutasi Kepala Sekolah (Kepsek) minimal 3 Tahun terhitung sejak ia menjabat Kepala Sekolah karena hal ini telah menjadi acuan/aturan mekanisme kesepakatan bersama telah ditandatangani Ditjend GTK Kemendikbud RI dengan semua Dinas Pendidikan di Daerah,” demikian penjelasan Kepala LPMP ini pada segenap Insan Pers. (Adit MCRL)