MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan transmigrasi kembali membuahkan hasil. Pada Tahun Anggaran 2025, Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia mengucurkan sejumlah program dan anggaran untuk pengembangan Kawasan Transmigrasi Padang Ulak Tanding yang meliputi Kecamatan Padang Ulak Tanding, Sindang Kelingi, dan Sindang Dataran.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Rejang Lebong, M. Andhy Afrianto, SE, menegaskan bahwa dukungan tersebut merupakan hasil komunikasi dan koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sekaligus buah dari komitmen Bupati Rejang Lebong H. Fikri Thobari, SE, MAP, dalam memperjuangkan kemajuan kawasan transmigrasi.
“Sejak awal, Bupati menekankan agar kawasan transmigrasi tidak hanya menjadi lokasi permukiman, tetapi benar-benar tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Alhamdulillah, komitmen itu mendapat respons positif dari Kementerian Transmigrasi,” ujar Andhy.
Ia menjelaskan, program tahun 2025 tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan potensi ekonomi kawasan.
Pada sektor pendidikan, rehabilitasi ruang kelas dan ruang belajar dilaksanakan di SD Negeri 132 Desa Bengko Kecamatan Sindang Dataran, SD Negeri 154 Desa Bukit Batu Kecamatan Padang Ulak Tanding, serta SMP Negeri 31 Desa Talang Belitar Kecamatan Sindang Dataran.
Sementara itu, pembangunan toilet dan sarana air bersih dilakukan di SMP Negeri 23 Desa Suku Menanti Kecamatan Sindang Dataran, SD Negeri 168 Desa Taktoi Kecamatan Padang Ulak Tanding, serta SMP Negeri 16 Desa Sindang Jati Kecamatan Sindang Kelingi. Selain itu, pembangunan sumur bor direalisasikan di tiga titik kawasan permukiman transmigrasi Bukit Merbau guna mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
Di bidang infrastruktur, peningkatan jalan poros Desa Bukit Batu menuju lokasi transmigrasi Bukit Merbau sepanjang kurang lebih 4,5 kilometer telah selesai dilaksanakan. Akses tersebut kini dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Menurut Andhy, pembangunan infrastruktur dasar menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat transmigrasi.
“Dengan akses jalan yang lebih baik, sarana pendidikan yang memadai, serta ketersediaan air bersih, kita ingin memastikan kawasan transmigrasi semakin layak huni dan produktif. Ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya pembangunan fisik, Rejang Lebong juga menjadi lokasi pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot, program unggulan Kementerian Transmigrasi berbasis riset, eksperimen, dan pengabdian kepada masyarakat. Akademisi dari Universitas Diponegoro (Undip) diterjunkan sejak Agustus hingga Desember 2025 untuk melakukan pendampingan dan penelitian langsung di kawasan transmigrasi.
“Hasil dari Program Transmigrasi Patriot ini berupa rekomendasi komoditas unggulan serta arah pengembangan kawasan ke depan. Jadi bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun sistem dan potensi ekonominya,” tambah Andhy.
Ia berharap dukungan dari Kementerian Transmigrasi dapat terus berlanjut pada tahun berjalan, sehingga kawasan transmigrasi Padang Ulak Tanding berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru yang maju, mandiri, dan berdaya saing.(mcrl)





