MEDIA CENTER REJANG LEBONG — Setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari dua malam, jenazah Ibnati Husnaini (Nini) binti Muhammad Ikhsan, bocah perempuan berusia 8 tahun, warga Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, yang sebelumnya dilaporkan hanyut di siring Air Bang, akhirnya ditemukan, Minggu (11/01/2026).
Jenazah korban ditemukan mengapung di aliran Sungai Musi, tepatnya di Desa Tertik, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang.
Atas musibah tersebut, Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari menyampaikan duka cita yang mendalam serta mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhumah dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan.
Jenazah pertama kali ditemukan oleh warga Desa Tertik dalam kondisi mengapung dan tersangkut di antara kayu serta batang pohon, dengan posisi tubuh menghadap ke dasar sungai. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat setempat dan langsung ditindaklanjuti oleh Tim BPBD Kabupaten Kepahiang bersama unsur kepolisian untuk proses evakuasi ke RSUD Kepahiang.
Kepala Pelaksana BPBD Kepahiang Hendra membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa fokus awal petugas adalah mengevakuasi jenazah untuk dilakukan proses identifikasi di RSUD Kepahiang.
“Identitas korban dipastikan setelah pihak keluarga datang ke RSUD Kepahiang dan mengenali ciri-ciri serta perhiasan yang dikenakan korban,” ujar Hendra, Minggu (11/01/2026).
Sementara itu, Kapolres Kepahiang melalui Kapolsek Tebat Karai Iptu Pipin Nurkholis menyatakan bahwa personel kepolisian telah berada di lokasi sejak awal penemuan dan melakukan penanganan bersama tim terkait.
Berdasarkan hasil identifikasi di RSUD Kepahiang yang dilakukan oleh pihak keluarga korban, didampingi Basarnas, BPBD, serta Polres Rejang Lebong, Camat Curup Tengah Mardiana memastikan bahwa jenazah yang ditemukan tersebut benar merupakan Nini, bocah perempuan yang dilaporkan hanyut pada Jumat (09/01/2026).
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Kelurahan Air Bang untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Pencarian Panjang Libatkan Tim Gabungan
Proses pencarian Nini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Brimob, TNI/Polri, Satpol PP, BPBD, Dinas Sosial, Damkar, ORARI, unsur kecamatan, desa dan kelurahan, relawan, masyarakat, serta keluarga korban. Penyisiran dilakukan sejak titik awal kejadian di Danau Poong, Kelurahan Air Bang, hingga menyusuri aliran sungai sepanjang lebih dari 10 kilometer menuju Danau Suro dan aliran Sungai Musi.
Partisipasi aktif masyarakat serta doa yang terus mengalir menjadi dukungan moral yang besar bagi keluarga korban, mengingat beratnya medan dan luasnya wilayah pencarian.
Bupati dan Ketua DPRD Turun Langsung
Sejak hari pertama kejadian, Bupati Rejang Lebong bersama Ketua DPRD Rejang Lebong turun langsung ke lapangan untuk memimpin dan memantau proses pencarian. Keduanya menyusuri sejumlah titik rawan hingga wilayah perbatasan Kabupaten Kepahiang guna memastikan seluruh unsur bekerja maksimal dan terkoordinasi sesuai prosedur.
Di sela-sela pencarian, Bupati Fikri juga memberikan dukungan moril kepada keluarga korban serta mengajak masyarakat untuk terus berdoa.
“Kami berikhtiar semaksimal mungkin dan terus berdoa. Apa pun hasilnya, semoga keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Bupati saat proses pencarian berlangsung.
Duka dan Apresiasi
Setelah jenazah ditemukan, Bupati Rejang Lebong kembali menyampaikan belasungkawa mendalam.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya ananda Nini. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ungkapnya.
Bupati juga mengapresiasi seluruh tim gabungan dan masyarakat yang telah bekerja tanpa lelah sejak hari pertama pencarian.
“Ini adalah duka kita bersama dan semoga menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga keselamatan anak-anak,” tambahnya.
Dengan ditemukannya jenazah korban, rangkaian pencarian resmi dinyatakan selesai. Pemerintah daerah memastikan pendampingan kepada keluarga korban tetap diberikan sesuai kebutuhan.(mcrl)



