MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Antusiasme masyarakat mewarnai gelaran Festival Karnaval Batik Internasional 2026 yang digelar di Kota Bengkulu, Sabtu malam (18/4/2026). Tak hanya warga Kota Bengkulu, festival ini juga menyedot perhatian wisatawan lokal hingga nasional yang turut memadati lokasi acara.

Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 WIB tersebut dihadiri Gubernur Bengkulu H Helmi Hasan SE, Wali Kota Bengkulu Dr Dedy Wahyudi, Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP, M.Si, serta unsur Forkopimda, kepala OPD, dan para pelaku usaha batik.

Parade karnaval dipusatkan di Bundaran Simpang Lima Bengkulu, dengan rute dimulai dari Jalan Soeprapto, melintasi Simpang Lima, hingga berakhir di kawasan Belungguk Point. Sepanjang jalur tersebut, peserta menampilkan berbagai kreasi busana batik yang unik dan inovatif, dipadukan dengan pertunjukan seni yang memikat perhatian pengunjung.

Dari Kabupaten Rejang Lebong, sebanyak 13 peserta turut ambil bagian, terdiri dari 4 orang perwakilan Dinas Pariwisata dan 9 orang dari Dinas Pendidikan. Mereka tampil mengenakan Batik Ka Ga Nga, yang merupakan batik khas kebanggaan Rejang Lebong.

Penampilan tersebut berhasil mencuri perhatian sekaligus memperkenalkan kekayaan motif lokal kepada masyarakat luas.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan bahwa festival ini diharapkan menjadi ruang ekspresi seni sekaligus memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya bangsa, khususnya batik yang telah diakui dunia.

Sebagai tuan rumah, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menilai festival ini menjadi etalase budaya yang memperlihatkan kekuatan kreativitas daerah.

“Bengkulu hari ini bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya acara, tetapi juga panggung bagi budaya untuk dikenal lebih luas. Kami ingin festival ini memberi dampak nyata, baik bagi pelaku UMKM, pariwisata, maupun citra daerah di tingkat nasional hingga internasional,” katanya.

Plt Bupati Rejang Lebong Hendri menyampaikan bahwa keikutsertaan daerahnya menjadi momentum penting dalam mempromosikan Batik Ka Ga Nga sebagai warisan budaya daerah.

“Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan budaya Rejang Lebong. Kita berharap Batik Ka Ga Nga semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif masyarakat,” ungkapnya.

Pemerintah daerah bersama panitia menargetkan festival ini mampu menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bengkulu.

Dengan konsep yang lebih meriah dan inovatif dibanding tahun sebelumnya, Festival Karnaval Batik Internasional 2026 menjadi momen yang sayang untuk dilewatkan sekaligus inspirasi bagi daerah, termasuk Rejang Lebong, untuk terus melestarikan dan mengembangkan warisan budaya sebagai identitas bangsa. (mcrl/bisma)