DISKOMINFO – MEDIA CENTER REJANG LEBONG: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rejang Lebong saat ini tengah menyoroti kinerja bupati dan wakil bupati setempat terkait penyusunan rencana pembangunan  Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Wahono saat dihubungi, Minggu (14/3), mengatakan Bupati Syamsul Effendi bersama wakilnya Hendra Wahyudiansyah yang dilantik 26 Februari 2021 lalu agar tidak memaksakan program kerjanya dalam janji kampanye Pilkada 2020 lalu harus terealisasi dalam 100 hari pertama pemerintahannya.

“Kita minta Bupati Rejang Lebong fokus membahas RPJMD dulu dan memanfaatkan dana APBD Kabupaten Rejang Lebong 2021, karena RPJMD ini nantinya masih akan dibahas oleh dewan lagi,” kata dia.

Dia mengatakan, program kerja Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong, Syamsul Effendi-Hendra Wahyudiansyah yang dilantik 26 Februari 2021 lalu ini mengusung 9 program kerja sesuai dengan visi-misi saat kampanye Pilkada 2020 lalu cukup bagus dan sudah meliputi berbagai aspek kehidupan. Program pembangunan yang digagas bupati dan wakil bupati setempat, kata dia, tidak bisa direalisasikan secara terburu-buru apalagi dalam program 100 hari kerja keduanya, karena daerah itu saat ini masih terbatas dengan anggaran.

“Harus dilihat dulu dengan ketersediaan anggaran daerah, APBD Rejang Lebong hanya berkisar Rp1,04 triliun, di mana dari jumlah itu 60 persennya adalah belanja pegawai dan sisanya itu baru untuk pembangunan,” terangnya.

Dengan keterbatasan anggaran ini maka menurut dia, sejumlah program yang belum mendesak agar ditunda pelaksanaannya dan dimasukkan dalam pembahasan APBD 2022 mendatang, mengingat kemungkinan memasukkan sejumlah kegiatan ini dalam pembahasan APBD Perubahan 2021 pada April mendatang peluangnya cukup kecil.

Sebelumnya, Bupati Syamsul Effendi menyatakan pada 100 hari pemerintahannya akan memprioritaskan 9 program kerja yang menjadi visi dan misinya dalam kampanye terdahulu, namun pelaksanaannya masih akan melihat ketersediaan anggaran daerah.

Dari 9 rencana program pembangunan yang disampaikan dalam kampanye Pilkada Serentak 2020 lalu diantaranya yang berkemungkinan bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini ialah pemberian dana hibah Rp100 juta untuk 156 desa/kelurahan dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong. Sedangkan untuk program lainnya, kata dia, ialah perbaikan sarana infrastruktur untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan yang telah mengalami kerusakan, serta membangun konektivitas antara lokasi wisata dengan sarana dan prasarana kepariwisataan dan program lainnya. (Mcrl.Intan)