MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Komitmen Bupati Rejang Lebong, H. M. Fikri Thobari, SE, MAP dalam mengangkat potensi desa tak main-main.
Dalam kunjungannya ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Jakarta, Rabu, 9 Juli 2025, Bupati Fikri langsung menyampaikan gagasan besar pengembangan sektor unggulan Rejang Lebong kepada Menteri Yandri Susanto.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Fikri memaparkan potensi ekonomi dari tanah Rejang Lebong, kopi berkualitas ekspor, gula aren hasil produksi masyarakat desa yang melimpah, serta kekayaan panorama alam yang menjanjikan pengembangan desa wisata.

“Kopi Rejang Lebong sudah dikenal secara nasional, bahkan ekspor. Rasanya khas dan disukai pasar. Selain itu, produksi gula aren kami juga sangat besar, dan desa-desa kami menyimpan potensi wisata alam yang luar biasa,” terang Bupati Fikri.
Menanggapi pemaparan tersebut, Menteri Yandri menyampaikan apresiasi tinggi. Ia menyebut Rejang Lebong memiliki modal kuat untuk menjadi contoh dalam pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Bahkan, Menteri Desa PDTT langsung menggulirkan dua usulan inovatif, yakni pembentukan Desa Ekspor Gula Aren serta Desa Wisata Aren. Konsep ini menggabungkan nilai ekonomi dan daya tarik wisata, sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat desa.
“Bayangkan, wisatawan datang, melihat langsung proses pembuatan gula aren, dan menikmati segarnya air nira langsung dari pohon di tengah kebun. Ini bukan hanya pariwisata, tapi pengalaman otentik yang bernilai tinggi,” ujar Menteri Yandri.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Bupati Fikri optimistis bahwa Rejang Lebong bisa melesat sebagai pelopor desa maju dan mandiri berbasis komoditas unggulan. Ia berharap dukungan dari Kemendes PDTT dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata.
“Kami ingin ekonomi desa tumbuh kuat. Kopi, gula aren, dan wisata desa bukan hanya cerita, tapi masa depan Rejang Lebong,” pungkasnya.(mcrl01)
