MEDIA CENTER REJANG LEBONG— Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Rejang Lebong terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program unggulan Bupati Rejang Lebong, H.M. Fikri Thobari, S.E., M.AP., dan Wakil Bupati, Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si., yaitu Program “Bantu Rakyat”.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, dinas ini tetap berinovasi untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat serta mendorong pembangunan kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Rejang Lebong.
Kepala Disnakertrans Rejang Lebong, Mohammad Andhy Afriyanto, S.E., mengungkapkan bahwa potensi lapangan kerja di daerah masih sangat besar. Melalui Program Bantu Rakyat, pihaknya memaksimalkan platform digital dan media sosial untuk menjembatani pencari kerja dengan perusahaan.
“Peluangnya sangat besar. Kita punya sistem loker (lowongan kerja) yang kita input dari perusahaan dan sebarkan melalui media sosial agar cepat diketahui masyarakat,” jelas Andhy saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/10/2025).
Langkah ini menjadi strategi alternatif setelah kegiatan job fair sementara ditiadakan akibat efisiensi anggaran.
“Meskipun anggaran terbatas, prinsip kami adalah tetap maksimal. Kita aktif melakukan survei ke perusahaan, mendata lowongan, lalu menayangkannya lewat media sosial dan media cetak,” tambahnya.
Disnakertrans juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk membangun situs khusus lowongan kerja Rejang Lebong, sebagai wadah resmi informasi ketenagakerjaan.
Kawasan Transmigrasi
Selain bidang ketenagakerjaan, Disnakertrans juga berfokus pada pengembangan kawasan transmigrasi sebagai bagian dari Program Bantu Rakyat.
Melalui Tim Patriot (Program Advokasi Transmigrasi), dinas ini berupaya menarik dana pembangunan dari pemerintah pusat untuk mempercepat kemajuan wilayah transmigrasi.
“Kita sedang melakukan survei di kawasan transmigrasi Padang Ulak Tanding lewat Tim Patriot. Hasil survei ini akan kita jadikan bahan untuk meyakinkan Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi bahwa potensi Rejang Lebong sangat besar,” terang Andhy.
Menurutnya, daerah transmigrasi memiliki peluang ekonomi menjanjikan, seperti sektor kopi dan UMKM, namun masih terkendala transportasi dan infrastruktur dasar.
“Ini lho, peluangnya besar, tapi akses transportasi belum memadai. Semoga survei ini jadi dasar agar Rejang Lebong bisa mendapat dukungan pembangunan dari pusat,” harapnya.
Komitmen
Kepala Disnakertrans menegaskan, pihaknya akan terus melanjutkan program-program positif yang sudah ada sambil melakukan inovasi berkelanjutan.
“Program yang sudah berjalan ini bagus dan sangat dirasakan manfaatnya masyarakat. Tugas kami adalah melanjutkannya dan menyesuaikan dengan perencanaan ke depan,” ujarnya.
Disnakertrans juga membuka akses pelayanan publik yang mudah bagi pencari kerja.
Warga dapat meng-input data diri di Mal Pelayanan Publik (MPP) atau langsung ke kantor Disnakertrans untuk memperoleh informasi lowongan kerja, pelatihan, dan pendampingan tenaga kerja.
“Kami berusaha agar layanan publik benar-benar dirasakan langsung masyarakat. Tujuan akhirnya satu: membantu rakyat membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan,” tutup Andhy.(mcrl/dioba)
