MEDIA CENTER REJANG LEBONG : Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong, Selasa, (19/10) pagi, menggelar rapat evaluasi terkait perkembangan Covid-19 dan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong.

Rapat yang dilaksanakan si Aula BLKM Cawang Baru pagi itu dibuka langsung oleh Bupati Rejang Lebong, Drs. Syamsul Efendi, MM.

Hadir pula Kadis Kesehatan Prov. Bengkulu, Herwan Antoni, Kadis Kesehatan Kab. Rejang Lebong, Syamsir, FKPD, Kepala OPD, Camat dan Kepala UPT Puskesmas Se-Kab. Rejang Lebong.

Dalam sambutannya Bupati Syamsul mengatakan, perkembangan Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong telah mengalami penurunan dalam beberapa bulan terkahir.

Saat ini, sampai Bupati, pasien Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong hanya berjumlah empat orang dan telah melakukan isolasi mandiri di kediaman masing-masing.

“Dengan berbagai aksi pencegahan yang telah dilakukan oleh pemerintah. Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong telah mengalami penurunan. Saat ini hanya terdapat empat pasien Covid-19, telah melakukan isolasi mandiri dan dalam beberapa hari kedepan akan sembuh total,” ucap Bupati Syamsul.

Kemudian terkait program vaksinasi di Kabupaten Rejang Lebong, Bupati Syamsul mengungkapkan bahwa sampai saat ini masyarakat yang telah melakukan vaksinasi hanya beberapa persen saja dari total masyarakat yang diwajibkan untuk mendapatkan vaksin.

Untuk itu, Bupati Syamsul meminta agar para camat, lurah dan kepala desa untuk segera membuat jadwal vaksinasi dan mendata masyarakat agar dapat melakukan vaksinasi.

“Saya minta para Camat, Lurah dan Kepala Desa bergerak cepat membuat jadwal vaksinasi, data semua masyarakat yang berumur dua belas tahun lebih untuk melakukan vaksinasi,” tegas Bupati Syamsul.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Syamsul menghimbau kepada seluruh masyarakat Rejang Lebong yang sudah memenuhi syarat untuk melakukan vaksinasi agar dapat menghubungi Camat, Lurah, Kepala Desa atau pun puskesmas terdekat untuk melakukan vaksinasi sebagai salah satu cara memutus penyebaran virus corona. (ANDI)