MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang warga akibat bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Sindang Beliti Ilir (SBI), Rabu (31/12/2025). Bupati Rejang Lebong, H. M. Fikri Thobari, SE, MAP, turun langsung ke lokasi bencana sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Banjir yang terjadi sejak Selasa sore hingga malam hari tersebut menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Sindang Beliti Ilir dan Kecamatan Kota Padang. Selain merendam rumah warga dan merusak fasilitas umum, musibah ini juga menyebabkan satu korban jiwa.

Korban diketahui bernama Tok Bin DI, warga Desa Lubuk Belimbing II, Kecamatan Sindang Beliti Ilir. Almarhum ditemukan meninggal dunia pada Rabu pagi di pinggir aliran Air Meles, Desa Sukamerindu. Almarhum merupakan suami dari Esi, warga Desa Lubuk Belimbing II.

Saat meninjau langsung lokasi banjir, Bupati Rejang Lebong menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa warganya.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pagi hari ini kami mendapatkan kabar duka, salah satu warga kami di Kecamatan Sindang Beliti Ilir yang malam tadi tertimpa musibah banjir, diinformasikan satu orang korban meninggal dunia,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan bahwa dirinya dan jajaran Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong turut berduka cita serta mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kami ikut berbela sungkawa, ikut berduka, dan mendoakan semoga almarhum meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Kepada keluarga besar yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan ketabahan,” lanjutnya.

Menurut Bupati, musibah ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Insyaallah dengan kesabaran ini akan memperkuat kita semua. Segala sesuatu yang terjadi adalah takdir dan kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tuturnya.

Respons Cepat Pemerintah Daerah

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah bergerak cepat menangani bencana banjir tersebut. Atas instruksi langsung Bupati Rejang Lebong, tim gabungan diterjunkan ke lokasi terdampak pada Selasa malam (30/12/2025).

Banjir yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu dilaporkan oleh Kepala Desa Belimbing I dan Camat Sindang Beliti Ilir. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Rejang Lebong bersama OPD terkait bergerak ke lapangan sekitar pukul 20.00 WIB untuk melakukan pendataan korban, asesmen kerusakan, serta pengambilan dokumentasi di lokasi bencana.

Langkah cepat ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Asisten I Setdakab Rejang Lebong Boby Harpa Santana, SSTP, MSi, Kepala Dinas Sosial Dr. Hambali, Kasat Pol PP Anton Sefrizal, S.STP, Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong M. Budianto, ST, MT, Kasi Kedaruratan, Kasi Logistik, serta Tim TRC BPBD Rejang Lebong.

Bupati Rejang Lebong menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat bencana merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian daerah terhadap keselamatan warganya.

“Begitu laporan kami terima, saya langsung menginstruksikan BPBD, Dinas Sosial, dan OPD terkait untuk bergerak cepat. Prioritas utama kita adalah keselamatan warga dan penanganan darurat,” tegas Bupati.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rejang Lebong M. Budianto, ST, MT menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus bersiaga dan melakukan koordinasi lintas instansi.

“Ini bentuk kepedulian pemerintah daerah. Kami terus melakukan pendataan dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Imbauan Kewaspadaan

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Berdasarkan peringatan BMKG, wilayah Rejang Lebong dan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir, longsor, dan angin kencang. Pemerintah akan terus memantau situasi dan siap memberikan bantuan sewaktu-waktu,” pungkas Bupati.

Laporan kejadian banjir ini telah disampaikan kepada Kepala BNPB, Gubernur Bengkulu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, serta jajaran terkait sebagai bentuk koordinasi lintas pemerintahan dalam penanganan bencana.(mcrl)