MEDIA CENTER REJANG LEBONG- Bupati Rejang Lebong, HM. Fikri, SE, MAP memimpin apel bulanan di halaman Kantor Pemkab Rejang Lebong pada Senin pagi 19 Mei 2025 pukul 08.00 WIB.
Apel diikuti oleh Wakil Bupati Dr. H. Hendri, SSTP, MM, Sekretaris Daerah Yusran Fauzi, ST, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabat eselon di lingkungan Pemkab.

Dalam amanatnya, Bupati menegaskan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Curup ke-145 yang akan digelar dalam waktu dekat harus berlangsung meriah meskipun di tengah efisiensi anggaran.
“Perayaan HUT Curup tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kendati kita harus melakukan efisiensi anggaran, namun perayaan tetap harus dilaksanakan dengan meriah,” ujar Bupati.

Bupati Fikri mengimbau seluruh OPD untuk mendukung dan menyukseskan rangkaian kegiatan HUT Curup, yang dilaksanakan tanpa mengandalkan dana maksimal dari APBD.
Beberapa kegiatan yang direncanakan meliputi bazar produk UMKM, pekan seni budaya, jalan sehat dan senam bersama, grasstrack, lomba dangdut, lomba karaoke lagu Rejang dan Lembak, festival band pelajar, serta tabligh akbar yang menghadirkan ustadz Hilman Fauzi dari Jakarta.

Sebagai puncak perayaan, akan digelar upacara dan sidang paripurna istimewa DPRD pada 29 Mei 2025 di halaman Pemkab.
“Walaupun kita tengah melakukan efisiensi anggaran, dukungan masyarakat sangat luar biasa untuk memeriahkan rangkaian HUT Curup ini,” tambah Bupati.
Selain itu, Bupati Fikri mengingatkan tentang nihilnya dana alokasi khusus (DAK) tahun 2025 dari pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur. Meski demikian, Pemkab tetap berupaya melanjutkan pembangunan jalan dan jembatan dengan dukungan dana dari Pemerintah Provinsi Bengkulu sebesar Rp 115 miliar dan APBD Rejang Lebong sebesar Rp 68 miliar.

Beberapa proyek prioritas adalah pembangunan empat ruas jalan provinsi, termasuk ruas PUT-Kota Padang dan jalan Apur.
Terkait program kerja, Bupati menyampaikan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya pengelolaan sampah kota yang kerap menjadi sorotan masyarakat, serta pengoptimalan sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata.

“Jadi kita harus bekerja dan tunjukkan kinerja yang baik. Pejabat yang tidak bekerja dengan baik akan mendapat teguran dan pemotongan tunjangan penghasilan pegawai (TPP), mulai dari 10 persen hingga 40 persen sesuai tingkat pelanggaran. Sebaliknya, mereka yang berprestasi akan diberikan reward,” tegas Bupati.
Usai apel, Bupati dan jajaran pejabat eselon II mengadakan dialog santai sambil menikmati kopi dan makanan ringan di halaman kantor.(rahman)
