MEDIA CENTRE REJANG LEBONG — Upaya mitigasi bencana hidrometeorologi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas pemerintahan. Bupati Rejang Lebong H. M. Fikri Thobari, S.E., M.A.P., mengikuti Zoom Meeting bersama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, S.E., serta para kepala daerah se-Provinsi Bengkulu dalam rangka penanaman pohon serentak, Selasa (30/12/2025) pukul 07.00 WIB. Kegiatan dipusatkan di kawasan Trokon, Desa Cawang, Kecamatan Selupu Rejang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Rejang Lebong Juliansyah Yayan, Kapolres Rejang Lebong Florentus Situngkir, S.I.K., Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong Elva Mardiana, S.I.P., M.Si., Plt. Asisten I Setda Rejang Lebong Bobby Harpa Santana, S.STP., M.Si., Plt. Asisten II Setda Rejang Lebong Iwan Sumantri Badar, S.E., M.M., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, pelaku usaha, mahasiswa pecinta alam, serta berbagai elemen masyarakat.

Program penanaman pohon serentak ini menjadi langkah konkret mitigasi bencana, khususnya banjir, dengan fokus pada pemulihan dan perlindungan daerah aliran sungai (DAS) yang rawan terdampak cuaca ekstrem.

Dalam arahannya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa mitigasi bencana perlu dimulai sejak dini melalui upaya menjaga keseimbangan lingkungan. Kerusakan DAS, menurutnya, berpotensi meningkatkan risiko banjir apabila tidak ditangani secara konsisten dan berkelanjutan.

“Mitigasi bukan hanya kesiapsiagaan saat bencana terjadi, tetapi bagaimana memastikan alam tetap terjaga. Penanaman pohon di kawasan DAS merupakan kunci pencegahan,” ujar Gubernur, seraya mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat membangun komitmen bersama dalam menjaga lingkungan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Rejang Lebong H. M. Fikri Thobari melaporkan kesiapan daerahnya. Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah melaksanakan rapat koordinasi dan sosialisasi sejak 24 Desember 2025 serta menyiapkan sekitar 10.000 bibit pohon, terdiri dari jenis petai, bambang lanang, dan kayu bawang.

“Penanaman telah kami mulai di daerah aliran Sungai Terokon, Desa Cawang Lama, dan Desa Kayu Manis. Hingga saat ini, lebih dari 1.200 bibit telah tertanam,” jelas Bupati. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat, mahasiswa pecinta alam IAIN Curup, UPTD KPHL Provinsi Bengkulu, serta pelaku usaha.

Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kewajiban penanaman pohon oleh pelaku usaha, khususnya di wilayah pertambangan dan sepanjang daerah aliran sungai, sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong turut mengembangkan kebun alpukat seluas kurang lebih 30 hektare di Desa Kayu Manis. Program ini dirancang sebagai upaya konservasi jangka panjang yang sekaligus mendorong penguatan ekonomi hijau berbasis masyarakat, dengan target panen pada tahun 2027.

Sebelum penandatanganan komitmen bersama, Bupati Rejang Lebong bersama unsur Forkopimda Kabupaten Rejang Lebong serta para kepala OPD terlebih dahulu melakukan penanaman bibit pohon secara simbolis di lokasi kegiatan. Penanaman ini menjadi simbol dimulainya gerakan bersama pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Rejang Lebong.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Bupati Rejang Lebong, unsur Forkopimda, kepala OPD, perwakilan elemen masyarakat pencinta alam, serta pelaku usaha. Komitmen tersebut menegaskan kesepahaman bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, mencegah kerusakan alam, serta mendukung upaya mitigasi bencana secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan Pemerintah Provinsi Bengkulu, gerakan penanaman pohon serentak ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam pencegahan bencana hidrometeorologi, sekaligus menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(mcrl/tio/dero/bams/ayu)