MEDIA CENTER REJANG LEBONG — Malam penuh pesona dan kebanggaan menyelimuti ajang Grand Final Bujang Gadis Bengkulu 2025 yang digelar di Hotel Sinar Sport, Kota Bengkulu, Selasa (28/10/2025). Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, ajang tahunan bergengsi ini kembali menjadi sorotan publik karena menampilkan generasi muda terbaik dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu.
Bupati Rejang Lebong, H.M. Fikri Thobari, S.E., M.AP., bersama Ketua TP PKK, Intan Larasita Fikri, hadir langsung memberikan dukungan kepada finalis asal Kabupaten Rejang Lebong. Kehadiran keduanya menambah semangat dan kebanggaan tersendiri bagi peserta yang membawa nama daerah di ajang tingkat provinsi tersebut.
Turut hadir dalam acara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, S.P., M.Si., jajaran Forkopimda, para kepala daerah, serta Kepala Dinas Pariwisata se-Provinsi Bengkulu. Acara berlangsung meriah dengan balutan busana adat khas Bengkulu, tarian daerah, serta orasi budaya yang ditampilkan oleh para finalis.
Dalam wawancara usai acara, Bupati Fikri menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai ajang Bujang Gadis Bengkulu bukan sekadar kompetisi kecantikan, tetapi wadah pembentukan karakter dan duta pariwisata yang membawa semangat baru bagi daerah.
“Event seperti ini sangat bagus untuk mempromosikan potensi wisata dan kebudayaan daerah. Apalagi Kabupaten Rejang Lebong saat ini tengah fokus mewujudkan diri sebagai kabupaten wisata,” ujar Bupati Fikri didampingi Ketua TP PKK Intan Larasita.
Dewan Juri Kredibel dan Berkelas
Deretan dewan juri malam itu pun tak kalah memukau. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesional yang menjamin objektivitas dan kredibilitas penilaian. Di antaranya ada Dr. Lisa Adhrianti, M.Si., pakar komunikasi publik yang menilai kemampuan berbicara para finalis; Dra. Anni Suprapti, M.Psi., psikolog yang menelisik kepribadian dan ketenangan panggung peserta; serta dr. Amalia Rizkha Malini, Sp.DVE, FINSDV., seorang dokter spesialis kecantikan yang menilai aspek penampilan dan gaya.
Tak hanya itu, Zemri Efrizal, M.I.Kom., akademisi sekaligus penggerak organisasi kepemudaan, turut memberi pandangan kritis mengenai kemampuan sosial finalis. Indah Permata Sary, M.Pd., menilai aspek kepemimpinan dan kepercayaan diri peserta, sementara Mikrom Amadea Utama, S.I.Kom., serta Dr. Agus Setiyanto, M.Hum., berfokus pada pemahaman budaya lokal dan wawasan pariwisata Bengkulu.
Dengan kolaborasi para juri lintas bidang inilah, malam Grand Final Bujang Gadis Bengkulu 2025 benar-benar menjadi ajang yang tidak hanya menonjolkan paras dan penampilan, tetapi juga intelektualitas, karakter, dan kecintaan pada daerah.
Putra Rejang Lebong Tembus Top Three
Setelah melalui proses panjang dan penilaian ketat, panitia akhirnya mengumumkan pemenang Bujang Gadis Bengkulu 2025.
Juara 1 Bujang Bengkulu 2025 diraih oleh Arbie Chandra Guci dari Kabupaten Seluma, sementara Juara 1 Gadis Bengkulu 2025 diraih oleh Fatiya Maulidya asal Bengkulu Utara.
Kebanggaan tersendiri datang dari Kabupaten Rejang Lebong. Putra daerah, Izaky Dimas Pranata, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menembus Top Three Bujang Bengkulu 2025, bersaing bersama Muhammad Febiansah (Bengkulu Utara II) dan Arbie Chandra Guci (Seluma).
Untuk kategori Top Three Gadis Bengkulu 2025, terpilih Tian Lazwiya (Bengkulu Tengah II), Fatiya Maulidya (Bengkulu Utara I), dan Nandiah Fansy (Kepahiang).
Duta Muda Pariwisata Bengkulu
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda dan promosi wisata berkelanjutan.
“Bujang dan Gadis Bengkulu bukan hanya duta pariwisata, tetapi juga simbol generasi muda yang kreatif, berwawasan, dan siap membawa Bengkulu lebih dikenal di kancah nasional,” ujar Murlin.
Malam final berlangsung meriah dan hangat, dipenuhi sorak kebanggaan dari para pendukung. Di balik gemerlap lampu dan sorotan kamera, terpancar semangat muda yang siap menjadi wajah baru promosi wisata dan budaya Bumi Raflesia ke tingkat nasional.(mcrl/protokol)








