MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong menegaskan komitmennya untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam setiap kondisi kebencanaan. Dengan mengusung semangat Bantu Rakyat yang digalakkan Bupati M Fikri Thobari, SE, MAP, BPBD Rejang Lebong terus memperkuat sistem kesiapsiagaan, respon cepat, hingga layanan pengaduan bencana yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam.
Kepala BPBD Rejang Lebong, M Budianto ST MT, menyampaikan bahwa sesuai tugas dan fungsinya, BPBD membantu Bupati Rejang Lebong dalam seluruh rangkaian penanggulangan bencana, mulai dari tahap pencegahan, penanganan darurat, hingga rehabilitasi pascabencana.
“Di BPBD ada tiga bidang utama, yaitu bidang pencegahan dan kesiapsiagaan, bidang kedaruratan dan logistik, serta bidang rehabilitasi dan rekonstruksi. Ketiganya saling mendukung dalam upaya melindungi masyarakat dari dampak bencana,” jelas Budianto.
Pada bidang pencegahan dan kesiapsiagaan, BPBD Rejang Lebong lebih menekankan langkah-langkah preventif. Sosialisasi dan edukasi kebencanaan terus digencarkan kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana, agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi potensi bencana.
“Kami ingin membentuk masyarakat yang sadar bencana, sehingga risiko dan dampaknya bisa ditekan sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, ketika bencana terjadi, bidang kedaruratan dan logistik langsung bergerak cepat. Tim BPBD turun ke lapangan untuk melakukan kaji cepat, upaya penyelamatan kedaruratan, serta koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait.
“Pada tahap awal kejadian, kami langsung melakukan koordinasi agar penanganan bisa segera dilakukan dan dampak bencana dapat diminimalisir. Harapannya tentu tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang besar,” tambahnya.
Meski mengakui adanya keterbatasan pada aspek logistik, Budianto menegaskan hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi BPBD untuk membantu masyarakat. Menurutnya, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, sehingga seluruh sumber daya yang ada dapat dikerahkan, bahkan hingga meminta dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat.
Pada tahap pascabencana, BPBD Rejang Lebong menjalankan fungsi rehabilitasi dan rekonstruksi, baik secara fisik maupun nonfisik. Untuk penanganan fisik, BPBD bersinergi dengan perangkat daerah lain seperti Dinas Pekerjaan Umum dan instansi teknis terkait.
Di tengah berbagai keterbatasan, BPBD Rejang Lebong memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Setiap informasi atau laporan bencana langsung ditindaklanjuti dengan turun ke lapangan dan melakukan upaya penyelamatan darurat.
Sebagai bentuk pelayanan cepat kepada masyarakat, BPBD Rejang Lebong juga membuka layanan Call Center kebencanaan melalui WhatsApp di nomor 082170010084. Layanan ini aktif 24 jam dan dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kejadian bencana di mana pun dan kapan pun.
“Jika ada informasi bencana, kami langsung bergerak. Tim siap diturunkan ke lapangan kapan saja,” tegas Budianto.
Selain Call Center, BPBD Rejang Lebong juga bekerja sama dengan ORARI untuk memperkuat jalur komunikasi darurat. Dalam kondisi tertentu, komunikasi radio menjadi alternatif penting agar koordinasi tetap berjalan lancar.
Dengan kesiapsiagaan personel, dukungan lintas sektor, serta layanan pengaduan yang mudah diakses, BPBD Rejang Lebong terus berupaya hadir di tengah masyarakat sebagai wujud nyata komitmen Bantu Rakyat dalam penanggulangan bencana. (mcrl)






