MEDIA CENTER REJANG LEBONG — Kepanikan melanda warga dua kecamatan, Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, setelah beruang liar terlihat berkeliaran di sekitar kebun dan bahkan mendekati area sekolah dasar.

Menanggapi keresahan itu, Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari, S.E., M.A.P., langsung menginstruksikan langkah cepat untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga. Ia menugaskan Pj. Sekda Elva Mardiana, S.IP., M.Si. untuk berkoordinasi lintas instansi dan memimpin penanganan di lapangan.

“Bupati langsung memerintahkan langkah pengamanan. Pj. Sekda telah berkoordinasi dengan BKSDA Bengkulu dan Polhut, termasuk tim gabungan di daerah,” ujar Kadis Kominfo Rejang Lebong, Dra. Upik Zumratul Aini, M.Si., mewakili Pj. Sekda, Minggu (19/10/2025).

Warga Diimbau Tidak Berkebun Sementara

Menurut Upik, BKSDA Bengkulu telah merespons cepat laporan tersebut dan segera menurunkan tim lapangan untuk menelusuri jejak satwa buas itu.

“Sambil menunggu tim BKSDA melakukan penangkapan, masyarakat diimbau tidak beraktivitas dulu di sekitar lokasi atau kebun yang pernah dilintasi beruang. Perintah Pak Bupati jelas: keselamatan warga adalah prioritas utama,” tegasnya.

Pemerintah kecamatan juga diminta segera menerbitkan surat edaran resmi agar warga menunda aktivitas berkebun hingga situasi dinyatakan aman.

Rapat Darurat Lintas Instansi

Atas arahan Bupati Fikri, Pj. Sekda Elva Mardiana sudah menginstruksikan untuk rapat koordinasi darurat lintas sektor guna menyusun langkah pengamanan terpadu. Rapat berlangsung di Kantor Camat Bermani Ulu Raya, dipimpin oleh Plt. Asisten I Setda Rejang Lebong Boby Harpa Santana SSTP MSi dan dihadiri Camat Bermani Ulu Raya Jauhari SE, Camat Bermani Ulu Romi Herwin SSos, unsur BPBD, BKSDA, Damkar, Polhut, Polsek, Koramil, Satpol PP, Babinsa, Bhabinkamtibmas, seluruh kepala desa, Satlinmas, serta perwakilan masyarakat sekitar lokasi.

Beruang Dekati Sekolah Dasar

Kepanikan warga bermula ketika seekor beruang liar muncul di Desa Babakan Baru, Kecamatan Bermani Ulu Raya, pada Kamis (17/10/2025). Hewan itu dilaporkan sempat mendekati SDN 144 Babakan Baru, membuat warga panik dan segera melapor ke aparat.

Kapolsek Bermani Ulu, IPTU R. Pasaribu, S.H., M.H. kepada wartawan membenarkan laporan tersebut.

“Tim kami menemukan jejak kaki beruang di sekitar sekolah. Alhamdulillah, hewan itu sudah kembali ke arah hutan,” jelasnya.

Namun ia mengimbau masyarakat tetap waspada.

“Jangan keluar sendirian ke area kebun atau hutan, terutama pagi dan sore hari,” pesannya.

Salah satu warga, Ibrahim, mengaku sempat melihat langsung sosok beruang itu.

“Beruangnya sudah dekat sekali dengan sekolah. Kami khawatir, apalagi banyak anak-anak di sini,” ujarnya.

Pemkab Terus Monitor

Pemkab Rejang Lebong memastikan akan terus memantau kondisi hingga situasi benar-benar aman.

“Pemerintah bersama TNI–Polri siap mendampingi dan melindungi masyarakat,” tutur Upik.
“Yang penting jangan panik, tetap waspada, dan jangan bertindak sendiri,” tegasnya.

Pesan Bupati Fikri

Bupati Fikri melalui Pj. Sekda Elva Mardiana menegaskan bahwa penanganan satwa liar harus dilakukan dengan pendekatan yang bijak.

“Beruang adalah bagian dari ekosistem yang harus dijaga, namun keselamatan warga tetap prioritas utama,” ujar Elva.
“Pemerintah hadir dan akan memastikan masyarakat tetap aman,” tambahnya.

Pemkab Rejang Lebong mengajak masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan berkoordinasi dengan aparat desa jika menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan hewan buas.(mcrl/bisma)