MEDIA CENTER REJANG LEBONG : Pemerintah daerah Kabupaten Rejang Lebong, Rabu, (26/8) pagi, kembali membagikan masker kepada masyarakat Rejang Lebong.

Sebanyak 147 ribu Face Shield atau pelindung wajah dan masker diberikan kepada para pelajar dan tenaga pengajar di Kabupaten Rejang Lebong.

Pembagian tersebut diberikan secara simbolis oleh Bupati Rejang Lebong, H. Ahmad Hijazi, SH., M.SI di Lapangan SMP N 1 Rejang Lebong.

Hadir pula dalam pembagian tersebut, Ketua TP-PKK Rejang Lebong, Asisten II, Kepala Disdikbud Rejang Lebong, dan para Kepala Sekolah Se-Kabupaten Rejang Lebong, serta diikuti oleh siswa-siswi SD, SMP dan SMA di Kabupaten Rejang Lebong.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong, Khirdes Lapendo Pasju dalam laporannya mengatakan, untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 disekolah, pemerintah daerah telah menyediakan 147 ribu Face Shield dan masker.

“Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sudah dilakukan sejak tanggal 24 Agustus 2020,” ujar Khirdes.

“Untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran COVID-19 di sekolah, kita telah menyediakan 147 ribu Face Shield dan masker yang akan kita bagikan ke para pelajar dan tenaga pendidik,” ucapnya.

“Dari 147 ribu Face Shield dan masker yang disediakan, 3000 diantaranya sudah kita salurkan di beberapa sekolah yakni, SMA 1 Rejang Lebong, SMP 1 Rejang Lebong dan SD Center Rejang Lebong,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Rejang Lebong, H. Ahmad Hijazi mengatakan, pemberian Face Shield dan masker ini merupakan upaya pemerintah daerah Kabupaten Rejang Lebong untuk menjaga para pelajar dan tenaga pengajar dari penyebaran COVID-19 di sekolah.

“Kami ingin memberikan keamanan dan kenyamanan pada para pelajar dan pengajar atau seluruh warga sekolah pada saat proses belajar mengajar secara tatap muka”, ujar Hijazi.

Hijazi menjelaskan, pemberian Face Shield ini juga merupakan salah satu upaya dari pemerintah daerah untuk dapat mempertahankan zona. Walaupun saat ini Rejang Lebong mulai memasuki zona kuning.

Walaupun Rejang Lebong sudah mulai masuk ke zona kuning, lanjut hijazi, proses belajar mengajar secara tatap muka akan tetap dilakukan. Karena sekolah-sekolah di Rejang Lebong sudah siap untuk melakukan proses belajar-mengajar secara tatap muka.

“Rejang Lebong sangat siap untuk melakukan pelajaran tatap muka. Kita sudah siapkan 147 ribu Face Shield dan masker, kemudian menyiapkan bilik disinfektan, serta menyiapkan tempat cuci tangan di setiap kelas,” jelas Hijazi.

Untuk itu, Hijazi berharap kepada para pelajar ini agar dapat menerapkan protokol kesehatan dan melakukan jaga jarak atau social distancing.

“Tolong jaga jarak, jangan bergerombolan, serta dapat menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari pemyebaran COVID-19,” pungkasnya. (ANDI)