MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Pencapaian program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Rejang Lebong terus digenjot untuk mencapai target 95 % (sembilan puluh lima persen) cakupan penduduk di tahun 2023.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rejang Lebong Yusran Fauzi,ST saat melakukan rekonsiliasi bersama BPJS Kesehatan Cabang Rejang Lebong-Lebong-Kepahiang yang dilaksanakan di Kuala Tripa Resto Kecamatan Curup Selatan tadi pagi Senin (26/6).

Adapun dalam rekonsiliasi pada hari Senin (26/ 6) pagi itu, membahas tentang pemuktahiran data pegawai dan iuran jaminan kesehatan peserta Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PP UPN) untuk triwulan II serta mencari solusi bagaimana mengejar target UHC tahun 2023.

Dalam kesempatan ini, Sekda Yusran Fauzi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong akan terus mencapai target UHC (Universal Health Coverage).

“Secepatnya warga Kabupaten Rejang Lebong kita harus sudah terdaftar dipelayanan kesehatan ini,” ujar Sekda dengan penuh optimis.

Sekda juga menyampaikan, dalam waktu dekat Pemkab Rejang Lebong akan melakukan pendataan bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam pelayanan kesehatan.

“Selain mendata, kita juga mungkin memanfaatkan Dana Desa (DD) serta peluang lain yang perlu dirapatkan kembali secara rutin dengan membuat tim khusus,” pungkasnya.

Demi mencapai cakupan (UHC), lanjut dikatakan Sekda Rejang Lebong ini, akan mengintegrasikan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke-program JKN-KIS.

“Sudah ada kurang lebih Dua Ratus Delapan Puluh Dua Ribu (282.000) penduduk Kabupaten Rejang Lebong yang sudah terdaftar di Jamkesda melalui Data Kependudukan By Name By Address yang ada di Dukcapil Kabupaten Rejang Lebong,” ungkap Sekda.

Terakhir, Sekda berharap Kabupaten Rejang Lebong bisa mengejar target UHC ini.

“Semoga UHC bisa kita kejar agar masyarakat kita bisa terlayani kesehatannya,” tutupnya.

Ditegaskan kembali oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Rejang Lebong-Lebong-Kepahiang Eka Natalia Setiani, tujuan rekonsiliasi tersebut guna mengsinkronkan data peserta dengan data iuran.

“Sinkronisasi data peserta dengan data iuran baik yang sudah seharusnya dihitung dan sudah dibayar serta bagaimana mengejar target UHC,” ujarnya.

Dari data jumlah kependudukan semester II tahun 2022, sambung Eka Natalia, pencapaian UHC saat ini baru mencapai 89 Persen.

“Sedangkan target UHC tahun 2023 harus 95%. Dengan begitu, perlunya sinergi bersama antara BPJS dengan Pemerintah Daerah untuk mencari strategi dengan sumber dana yang ada agar bisa mengejar UHC sesuai data peserta yang ada dan tidak hanya mengandalkan dana APBD saja,” jelas Pimpinan BPJS-Kesehatan ini.

“Tinggal dua lagi Kabupaten di Bengkulu yang belum mencapai target UHC termasuk Kabupaten Rejang Lebong ini. Dengan itu, kami dari BPJS kesahatan selaku penyelenggara akan terus mendorong Pemda mencari solusi bagaimana mengejar target itu,” tutupnya.

Untuk diketahui, acara tersebut dihadiri oleh juga oleh delegasi Kepala-Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dilingkungan Pemkab Rejang Lebong meliputi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pranoto Majid,SH.,M.Si, Kepala BPKD Rejang Lebong Andy Ferdian,SE, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Suradi Rifai,SP.,M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Repi Maido Satria,S.KM, perwakilan dari BKPSDM dan BAPPEDA, serta para Kabid ruang lingkup Pemkab Rejang Lebong. (Reporter Sonya, Editor Aditya MCRL)