MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong siap mendukung langkah strategis Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu dalam memetakan Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) unggulan UMKM sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Zoom Meeting Koordinasi Dukungan Pelaksanaan Penelitian KPJU Unggulan UMKM yang digelar Bank Indonesia Provinsi Bengkulu pada Kamis (9/7/2026) pukul 09.30 WIB.
Kegiatan dipimpin langsung Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Muhammad Irfan Octama, serta diikuti jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Bengkulu, akademisi, dan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.
Dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, kegiatan diikuti Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Anes Rahman, S.Sos., M.Sos., Kabag Perekonomian Setdakab Sofan Wahyudi, S.Si., M.PH, serta Sekretaris Dinas Pertanian Ria Natalin Siagian, SP., MT.
Dalam arahannya, Deputi Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Muhammad Irfan Octama mengatakan, penelitian KPJU merupakan langkah strategis untuk memperoleh data yang akurat mengenai potensi ekonomi daerah sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan UMKM yang lebih tepat sasaran.
“Untuk memacu pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing UMKM lokal di Bengkulu, Bank Indonesia akan melakukan penelitian untuk memetakan potensi bisnis daerah. Karena itu kami membutuhkan dukungan seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar data KPJU yang diperoleh benar-benar akurat,” jelas Muhammad Irfan Octama.
Ia menjelaskan, penelitian tersebut akan memetakan berbagai sektor unggulan, mulai dari pertanian, peternakan, kehutanan, perikanan, pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, transportasi, akomodasi, hingga sektor ekonomi kreatif seperti penerbitan, penyiaran, konten digital, kesenian, hiburan, dan rekreasi.
Selain memotret profil UMKM, penelitian juga akan menghimpun data mengenai kebijakan pemerintah daerah, kondisi perekonomian, serta dukungan sektor perbankan dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Rejang Lebong, Anes Rahman, S.Sos., M.Sos., menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong siap mendukung penuh pelaksanaan penelitian tersebut.
Menurutnya, Rejang Lebong memiliki berbagai komoditas unggulan yang berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi daerah apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
“Rejang Lebong memiliki komoditas unggulan seperti kopi dan berbagai produk hortikultura, khususnya sayur-sayuran. Selain itu, UMKM kita juga memiliki produk unggulan berupa batik khas Rejang Lebong, gula aren, serta berbagai produk olahan lainnya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” ujar Anes Rahman.
Ia menambahkan, hasil pemetaan KPJU diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi produk unggulan Rejang Lebong untuk menembus pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah, sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal.
Melalui sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan pemerintah kabupaten/kota, diharapkan lahir berbagai strategi pengembangan UMKM yang lebih terarah sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.(mcrl/rahman)
