MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Asisten II Setdakab Rejang Lebong, Titin Verayensi, SKM, MKM, memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Curup Tengah yang digelar Jumat, 30 Januari 2026, pukul 14.00–17.00 WIB.

Musrenbang tersebut dihadiri Camat Curup Tengah Mardiana, SKM, MM, Kabid Fispra Bappeda Syamsul Ma’arif, ST, MT, perwakilan Dinas PUPR Yusuf, para lurah dan kepala desa, perwakilan LPM, pendamping desa, serta tokoh dan pemuka masyarakat.

Dalam sambutannya, Titin Verayensi menyampaikan bahwa Musrenbang merupakan sarana penghimpunan usulan pembangunan dari kelurahan dan desa yang akan diselaraskan dengan visi dan misi kepala daerah.

“Program yang diusulkan hendaknya merupakan program prioritas dan mampu mendukung visi dan misi kepala daerah. Silakan para lurah dan kades menyampaikan usulan pembangunan,” ujar Titin.

Selain pembangunan fisik, Titin juga menyoroti pentingnya pengembangan program nonfisik, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia mencontohkan potensi kopi khas Rejang Lebong sebagai daya tarik wisata.

“Saat berkunjung ke Bali, saya melihat wisata kuliner seperti babi guling sangat diminati wisatawan mancanegara. Saya membayangkan wisatawan yang datang ke Rejang Lebong dapat menikmati seduhan kopi khas Curup. Karena itu, saya mengusulkan kepada Bupati agar kawasan Sport Center dapat dimanfaatkan sebagai kedai kopi yang dikelola para barista,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Curup Tengah, Mardiana, berharap usulan yang disampaikan dapat mendukung percepatan pembangunan di 9 kelurahan dan 1 desa di wilayah Curup Tengah.

“Pada tahun sebelumnya, sudah banyak drainase yang diperbaiki. Namun masih terdapat beberapa titik rawan banjir. Kita berharap pembangunan drainase pengendali banjir dapat direalisasikan pada tahun mendatang,” tuturnya.

Pada sesi diskusi, pendamping desa Nurdin Sindak menyoroti ketidakhadiran anggota DPRD Rejang Lebong dari Dapil III.

“Musrenbang merupakan sarana penyampaian aspirasi masyarakat. Seharusnya anggota DPRD hadir. Dari 10 anggota DPRD Dapil III, tidak satu pun yang hadir, padahal sudah diundang,” ujarnya.

Selanjutnya, sembilan lurah dan satu kepala desa menyampaikan usulan prioritas pembangunan.
Lurah Air Bang Faisal Gustian mengusulkan pembangunan drainase dan pelapis tebing Danau Poong, drainase Gang Bougenvil, serta rabat beton Jalan Bakti Siswa.

BMA Kelurahan Batu Galing Sumardi mengusulkan perbaikan drainase Jalan Mira yang kerap dilanda banjir. Lurah Talang Rimbo Lama Dahlia mengusulkan pembangunan drainase, pelapis tebing, lampu jalan, serta pengadaan mobil pengangkut sampah.

Ketua LPM Talang Rimbo Baru Nazarudin mengusulkan pembangunan kantor lurah baru karena kondisi bangunan saat ini dinilai tidak lagi memadai, termasuk perbaikan akses jalan, pembangunan siring, lampu jalan, dan poskamling di tiga RW.

Lurah Pelabuhan Baru Ujang Junaidi mengusulkan pembangunan bahu jalan dan drainase. Lurah Kepala Siring Suswita Rahmi mengusulkan renovasi bendung sungai yang sering menyebabkan banjir. Lurah Kampung Jawa Rerica mengusulkan pembangunan bronjong, sementara Lurah Sidorejo mengusulkan pembangunan drainase.

Lurah Banyu Mas Hernando Gustian mengusulkan pembangunan drainase di beberapa titik, pembangunan jalan lingkungan, pengadaan perangkat edukatif PAUD, serta peningkatan honor perangkat dan lembaga kelurahan.

“Kami berharap honor perangkat kelurahan dapat disetarakan dengan PPPK, mengingat honor perangkat desa sudah setara dengan gaji PNS golongan II/a,” tegas Hernando.

Seluruh usulan prioritas tersebut akan dihimpun dan dibahas lebih lanjut dalam Musrenbang Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2026.(mcrl/rahman/edy)