MEDIA CENTER REJANG LEBONG- Asisten I Setdakab Rejang Lebong, Bobby Harpa Santana, SSTP, MSi, berharap Dinas Sosial dan OPD terkait untuk segera melengkapi proposal usul pembangunan sekolah rakyat. Hal ini disampaikan dalam rapat persiapan pembangunan sekolah rakyat pukul 09.00 WIB, Selasa, 28 April 2026.

Rapat dihadiri Kadis Sosial, Dr. Hambali, Kadis Dikbud, Zakaria Effendi, MPd, Kepala Bappeda, Afreda Rotua Purba, S.Hut, M.Ling dan Kepala BPKD, Diki Aswandi. Plus, perwakilan dari BPN, DPMPTSP, Bagian Hukum Setda dan Kades Tebat Tenong Luar, Usman.

‘’Hari ini kita mencoba mendiskusikan terkait persiapan usul pembangunan sekolah rakyat di Desa Tebat Tenong Luar, Bermani Ulu Raya. Bagaimana persiapan lahan, anggaran dan dokumen persyaratan lainnya. Untuk itu, mohon Pak Kadis Sosial untuk menjelaskan persiapan yang telah dilaksanakan,’’ kata Bobby.

Sementara itu, Kadis Sosial, Dr. Hambali langsung memaparkan persiapan yang sudah dilaksanakan. ‘’Dinas Sosial sebagai fasilitator program sekolah rakyat ini telah berusaha memenuhi checklist dokumen diperlukan. Seperti surat pernyataan bupati tentang lahan tidak dalam sengketa, keterangan kawasan rawan bencana, keterangan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, aksesibilitas lahan, sertifikat lahan, geofasial, topografi dan dokumentasi lokasi. Serta surat usulan ke Kemensos, surat usulan bupati, ketersediaan jaringan listrik dan ketersediaan air bersih. Kita upayakan seluruh dokumen itu dapat diselesaikan segera. Sehingga proposal dapat disampaikan ke Kemensos,’’ ujar Hambali.

Namun lanjut Hambali, ada beberapa kendala dalam proses penyiapan kelengkapan dokumen. Seperti, pembuatan persetujuan KKPR senilai Rp 5 juta untuk 1 hektare lahan. Dokumen Amdal UKL/UPL dengan estimasi anggaran Rp 300 juta – Rp 500 juta. Andalalin atau analisis dampak lalu lintas estimasi senilai Rp 150 juta, keterangan rencana kota setelah DED. Serta persetujuan bangunan gedung.

‘’Saat ini kita sudah melakukan pendataan calon siswa. Total calon siswa sebanyak 84 orang. Terdiri dari 50 calon murid SD terdiri dari 35 laki-laki dan 15 perempuan. Ditambah 35 calon siswa SMP terdiri dari 24 laki-laki dan 10 perempuan. Para calon siswa berasal dari keluarga sangat miskin, miskin, hamper miskin,rentan miskin dan pas pasan,’’ ujar Hambali.

Hambali juga menjelaskan, lahan lokasi calon pembangunan sekolah rakyat itu berada di lokasi perkemahan di Desa Tebat Tenong Luar, Bermani Ulu Raya. Luasnya mencapai 5,1 hektare status lahan milik Pemkab Rejang Lebong dan sudah bersertifikat. Posisinya berada di belakang Kantor Camat Bermani Ulu Raya di jalan lintas Curup – Lebong.

Dikatakan, sebelum pembangunan sekolah rakyat dibangun, Dinsos sudah menyiapkan usul pembentukan rintisan sekolah rakyat di lokasi BLKM. Luas lokasi mencapai 20.000 M2, luas bangunan 2357 M2. Terdiri dari 6 ruang belajar, 4 ruang asrama, sertifikat milik Dinas Kesehatan. Lokasi berada di lintas Curup – Lubuk Linggau atau 11 KM dari pusat kota.

Laporan Kadis Sosial langsung ditanggapi Asisten I. Misalnya, soal penyiapan dokumen dan anggaran. ‘’Soal kebutuhan anggarannya akan kita usulkan dalam APBD-P 2026. Sehingga, target kita tahun 2027 nanti, sekolah rakyat sudah bisa dibangun. Kita hanya menyiapkan lahan dan dokumen persyaratannya. Sedang dana pembangunan sekolah rakyat akan diberikan pemerintah pusat,’’ demikian Bobby Harpa Santana. (mcrl/edy/rahman)