MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Mewakili Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari, SE., M.AP., Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Bobby Harpa Santana, S.STP., M.Si., menghadiri Peringatan Hari Besar Islam Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Pentas Seni RA Tunas Literasi Qur’ani dan SD Literasi Qur’ani, yang digelar di Masjid Baitul Muhajirin, Desa Tasikmalaya, Kecamatan Curup Utara, Kamis (29/1/2026).

Dalam sambutannya, Asisten I menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan, melainkan momentum spiritual yang sarat dengan nilai pendidikan, keteladanan, serta pembentukan karakter umat Islam, khususnya bagi generasi muda.

“Dalam peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu yang menjadi tiang agama sekaligus fondasi pembinaan akhlak dan disiplin kehidupan umat Islam,” ujar Bobby Harpa Santana.

Ia menegaskan bahwa shalat mengajarkan nilai kedisiplinan waktu, keikhlasan dalam beribadah, serta tanggung jawab moral dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus ditanamkan sejak usia dini kepada anak-anak.

“Nilai-nilai ini sangat penting untuk terus ditanamkan, tidak hanya kepada orang dewasa, tetapi juga kepada anak-anak kita sejak dini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Asisten I menekankan peran strategis masjid yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, peradaban, serta literasi budaya Islam. Kegiatan literasi keislaman berbasis masjid dinilai sebagai langkah mulia dalam membangun karakter anak.

“Masjid harus menjadi ruang yang ramah bagi anak-anak, tempat mereka belajar, bertanya, berkreasi, dan tumbuh dengan cinta terhadap agama dan lingkungannya,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong sangat mendukung upaya penguatan literasi keagamaan dan budaya Islam berbasis masjid. Hal ini sejalan dengan komitmen daerah dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing tanpa meninggalkan jati diri religius.

“Tanggung jawab mendidik generasi muda bukan hanya berada di pundak sekolah formal, tetapi juga merupakan amanah keluarga, masyarakat, dan lembaga keagamaan. Sinergi semua pihak menjadi kunci keberhasilan,” jelasnya.

Melalui peringatan Isra Mi’raj dan kegiatan literasi budaya Islam ini, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berharap akan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.

“Semoga tumbuh generasi Rejang Lebong yang mencintai masjid, menghormati orang tua dan guru, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Di akhir sambutan, Asisten I menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, pengurus masjid, para ustadz dan ustazah, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut, seraya berharap seluruh amal ibadah dicatat sebagai amal saleh oleh Allah SWT. (mcrl/bisma/dero)