MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., menghadiri prosesi penyematan gelar adat Panglima Raja kepada Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Letjen TNI Djon Afriandi, S.I.P., M.S.D.A., yang digelar oleh Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu di Balai Raya Semarak Bengkulu, Selasa (23/6/2026) malam.

Pemberian gelar adat tersebut menjadi bentuk penghormatan masyarakat adat Bengkulu kepada Letjen TNI Djon Afriandi yang dinilai memiliki hubungan kuat dengan Bengkulu serta telah memberikan pengabdian besar bagi bangsa dan negara melalui kiprahnya di lingkungan TNI. Saat ini, Djon Afriandi menjabat sebagai Pangkopassus dan memimpin pasukan elite TNI Angkatan Darat.

Prosesi penyematan gelar adat dilakukan langsung oleh Ketua BMA Provinsi Bengkulu, Effendi M.S., didampingi Gubernur Bengkulu, H Helmi Hasan SE. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, jajaran TNI, pejabat pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pemberian gelar adat Panglima Raja kepada Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi. Menurutnya, penghargaan adat tersebut merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian putra terbaik Bengkulu yang telah membawa nama daerah hingga tingkat nasional.

“Pemberian gelar adat ini memiliki makna yang sangat besar. Ini menjadi bentuk penghargaan masyarakat Bengkulu kepada putra daerah yang telah mengabdikan diri untuk bangsa dan negara,” ujar Hendri.

Diketahui, Djon Afriandi merupakan putra dari almarhum Mayor Jenderal TNI Affifudin Thaib, tokoh asal Bengkulu. Sementara ibunya berasal dari Kelurahan Pasar Melintang, Kota Bengkulu. Latar belakang tersebut menjadi salah satu pertimbangan BMA dalam memberikan gelar adat kepada Pangkopassus.

Ketua BMA Provinsi Bengkulu, Effendi M.S., menjelaskan bahwa pemberian gelar Panglima Raja telah melalui proses kajian dan penilaian oleh lembaga adat.

“Pemberian gelar ini telah melalui penilaian dari Badan Musyawarah Adat. Beliau memiliki garis keturunan Bengkulu yang kuat dari pihak ayah maupun keluarga besarnya, sehingga layak menerima penghormatan adat ini,” jelas Effendi.

Dalam sambutannya, Letjen TNI Djon Afriandi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat adat Bengkulu. Ia menegaskan bahwa gelar adat yang diterimanya bukan hanya sebuah penghormatan, tetapi juga amanah yang harus dijaga.

“Gelar ini bukan sekadar mahkota kehormatan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab untuk menjaga marwah adat serta memperkuat tali persaudaraan,” kata Djon.

Ia juga berkomitmen untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai adat Bengkulu serta menjaga nama baik gelar yang telah diberikan oleh masyarakat adat.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas dedikasi Djon Afriandi yang selama ini berkontribusi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pak Pangkopassus merupakan putra Bengkulu yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bengkulu,” ungkap Helmi.

Rangkaian kegiatan penyematan gelar adat tersebut juga dirangkai dengan kegiatan sosial dalam rangka Semarak Muharram 1448 Hijriah berupa penyerahan santunan kepada 200 anak yatim.

Melalui pemberian gelar adat Panglima Raja ini, diharapkan hubungan antara masyarakat adat Bengkulu dengan putra-putra terbaik daerah yang telah mengabdi untuk bangsa semakin kuat serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah.
(mcrl/bisma)