MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, SSTP., M.Si., memimpin Apel Siaga dan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di halaman Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut menjadi tanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Rejang Lebong. Apel dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong Iwan Sumantri, SE., MM., Kasdim 0409/Rejang Lebong Mayor Inf. Asriwuri Hendra Dewa, Kepala Bappeda Afreda Rotua Purba, S.Hut., M.Ling., serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan drg. Asep Setia Budiman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Zakaria Effendi, M.Pd., Kepala Dinas Sosial Dr. H. Hambali, S.Pd., M.Pd., M.H., Kepala Dinas Pariwisata Riki Irawan, S.Sos., M.Si., Kepala DPMPTSP Agus, S.H., Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Anes Rahman, S.Sos., M.Sos., serta diikuti sekitar 180 petugas sensus dari wilayah Kecamatan Curup, Curup Tengah, Curup Selatan, Curup Timur, dan Curup Utara.
Dalam amanatnya, Plt Bupati Hendri menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 tahun sekali untuk memperoleh data yang lengkap dan akurat mengenai kondisi serta perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sensus Ekonomi merupakan kegiatan strategis nasional yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik. Kegiatan ini bertujuan memperoleh data yang lengkap dan akurat mengenai kondisi serta perkembangan seluruh aktivitas ekonomi. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan, penyusunan kebijakan ekonomi, serta evaluasi berbagai program pembangunan baik di tingkat nasional maupun daerah,” ujar Hendri.
Menurutnya, pembangunan yang efektif harus didasarkan pada data yang berkualitas. Tanpa data yang akurat, kebijakan yang disusun berisiko tidak tepat sasaran dan kurang memberikan dampak optimal bagi masyarakat.
Oleh karena itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti penting bagi pemerintah daerah dalam memetakan struktur ekonomi, potensi usaha, perkembangan sektor UMKM, hingga usaha berskala besar yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.
“Melalui sensus ini kita akan memperoleh gambaran yang jelas mengenai kondisi perekonomian daerah. Informasi tersebut nantinya dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan investasi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Plt Bupati juga mengajak seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, pelaku usaha, serta masyarakat untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data dan informasi yang benar kepada petugas sensus.
“Berikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Kepada seluruh petugas sensus, saya berpesan agar melaksanakan tugas dengan penuh integritas, disiplin, tanggung jawab, serta menjunjung tinggi kerahasiaan data responden. Jadilah duta statistik yang mampu membangun kepercayaan masyarakat sehingga pelaksanaan sensus dapat berjalan lancar dan sukses,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rejang Lebong, Dwi Yogo Supriyanto, SST., M.E., menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Menurutnya, BPS Rejang Lebong telah menyiapkan sebanyak 280 petugas sensus yang akan melakukan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Rejang Lebong yang mencakup 15 kecamatan.
“Kami menurunkan 280 petugas untuk melakukan pendataan di seluruh kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong. Data yang dihimpun meliputi jenis usaha yang dijalankan responden, data individu dan keluarga, serta berbagai informasi pendukung lainnya yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kami berharap masyarakat dapat memberikan informasi yang jujur dan lengkap kepada petugas sensus,” ujar Dwi Yogo.
Sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Hendri secara simbolis menyematkan rompi kepada dua orang petugas sensus. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Melalui pelaksanaan sensus ini, diharapkan tersedia data ekonomi yang akurat dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan serta pengambilan kebijakan yang tepat sasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rejang Lebong.(mcrl/rahman/dodo/bisma/bams)












