MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Kodim 0409/Rejang Lebong memulai pembangunan Jembatan Perintis Garuda Air Merah di Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut dihadiri Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada, Asisten I Setdakab Rejang Lebong Bobby Harpa Santana, SSTP, M.Si., Plh Kepala Dinas PUPR Rejang Lebong Luhur Budi Santoso, ST, perwakilan Polres Rejang Lebong, Kejaksaan Negeri Curup, Pengadilan Negeri Curup, Camat Curup Tengah Mardiana, SKM, MKM, serta perangkat desa dan masyarakat setempat.
Jembatan yang dibangun melalui Program Perintis Garuda Tahap V dan VI tersebut sebelumnya putus akibat bencana longsor yang terjadi pada Maret 2026. Program Perintis Garuda merupakan program karya bakti TNI yang digagas Korem 041/Garuda Emas dan didukung Kodam II/Sriwijaya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.
Pelaksanaan groundbreaking Program Perintis Garuda di Provinsi Bengkulu dilakukan secara serentak melalui video konferensi dan dipusatkan di Desa Taba Pasemah, Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 041/Garuda Emas Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, S.E., M.Han.
Dalam arahannya, Danrem menyampaikan bahwa Program Perintis Garuda Tahap IV telah direalisasikan di 14 titik pembangunan yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.
“Pada Tahap IV pembangunan dilaksanakan di 14 titik, terdiri atas tiga titik di Bengkulu Tengah, tiga titik di Kaur, tiga titik di Bengkulu Selatan, dua titik di Rejang Lebong, dua titik di Bengkulu Utara, dua titik di Seluma, dan satu titik di Mukomuko. Selanjutnya pada Tahap V terdapat 15 titik pembangunan dan Tahap VI sebanyak 18 titik,” ujar Jatmiko.
Ia menjelaskan, Program Perintis Garuda bertujuan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Bentuk kegiatannya meliputi pembangunan dan rehabilitasi jembatan, pembangunan jembatan gantung, penyediaan sarana air bersih, pembangunan rumah tidak layak huni, hingga pencetakan sawah baru.
Sementara itu, Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf. Agung Lewis Oktorada mengatakan Jembatan Air Merah akan dibangun dengan bentang sepanjang 9 meter dan lebar 5 meter menggunakan konstruksi beton balok T.
“Sebelum pembangunan permanen dilaksanakan, kami telah membuat jembatan darurat yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan. Selain itu, masih ada tiga titik pembangunan lain yang akan dilaksanakan, yakni di Dusun Sawah, Kelurahan Simpang Nangka, dan Desa Pahlawan,” kata Agung.
Asisten I Setdakab Rejang Lebong Bobby Harpa Santana menyampaikan apresiasi kepada TNI atas dukungan dan sinergi yang diberikan dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Rejang Lebong.
“Pembangunan Jembatan Air Merah ini merupakan bagian dari program TNI yang dilaksanakan Kodim 0409/Rejang Lebong. Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan sinergi yang telah diberikan. Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah menyiapkan rencana pembangunan jembatan ini dan lokasi tersebut bahkan sempat ditinjau oleh Wakil Gubernur Bengkulu. Namun, TNI lebih dahulu merealisasikan pembangunannya melalui Program Perintis Garuda,” ujar Bobby.
Ia berharap pembangunan jembatan tersebut dapat segera selesai sehingga akses transportasi masyarakat kembali normal dan aktivitas ekonomi warga dapat berjalan lebih lancar.(mcrl/rahman/edy)







