MEDIA CENTER REJANG LEBONG- Sekda Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, SE, MM hadiri rapat komunikasi pemangku kepentingan utama bersama BPJS Kesehatan. Rapat digelar di ruang rapat bupati pukul 09.00 WIB, Senin, 20 April 2026.

Rapat dihadiri Kadis Kesehatan, drg. Asep Setia Budiman, Kepala Bappeda, Afreda Rotua Purba, S.Hut, M.Ling, Kadis Dukcapil, Rosita, SH, Kadis Sosial, Dr. Hambali. Serta beberapa perwakilan dari dinas instansi jajaran Pemkab.

Kepala BPJS Kesehatan Rejang Lebong, dr. Dwi Sulistyono Yudo menjelaskan total peserta BPJS Kesehatan di Rejang Lebong hingga 1 April 2026 tercatat sebanyak 284.994.345 atau 99,41 persen dari total penduduk 286.693.693 jiwa.

‘’Peserta UHC per 1 April 2026 sebanyak 289.563 atau 98 persen UHC. Peserta non aktif sebanyak 51.395 jiwa. Terdiri dari segmen penerima bantuan PBIJKN 166.192. PBPU yang didaftarkan Pemda 59.104. Peserta bukan penerima upaha 13.678. peserta bukan pekerja 6.142 dan pekerja penerima upah 44.447 peserta sehingga totalnya mencapai 289.563.Sedangkan peserta mandiri hingga Maret 2026 sebanyak 46.756 dengan total tagihan Rp.16.668.841.013,’’ jelas Dwi Sulistyono.

Dikatakan, peserta PBPU Pemda Rejang Lebong hingga 1 April 2026 UHC prioritas sebanyak 40.770 kebutuhan anggaran Rp. 20.480.200 anggaran 2026 sesuai DPA sebanyak Rp.8.306.323.200 dan kekurangan anggaran 2026 sebanyak Rp 12.174.057.000.

Sedangkan jumlah biaya pelayanan kesehatan yang telah dibayarkan BPJS di Rejang Lebong periode September 2025 mencapai Rp. 133.118.601.849. Dan periode hingga Februari 2026 sebesar Rp. 28.522.918.116.

Selain itu lanjut Dwi Sulistyono, peserta JKN segmen kepala desa dan perangkat desa di 122 desa di Rejang Lebong mencapai 1.390.

‘’Namun ada 1 desa yang belum terdaftar. Yakni Desa Lubuk Belimbing, Sindang Beliti Ilir. Jadi, dari 121 desa peserta JKN ini sebanyak 1.184 atau 99 persen,’’ demikian Dwi Sulistyono Yudo. (mcrl/dodo/rahman)