MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrenbang) Tematik Penurunan Stunting, Penanggulangan Kemiskinan dan Musrenbang Tematik Disabilitas, Kamis (12/2/2026), bertempat di Ruang Rapat Bupati Rejang Lebong.
Kegiatan tersebut dibuka dan dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Rejang Lebong, Titin Verayensi, S.KM., M.KM. Turut hadir Kepala Bappeda Rejang Lebong, Afreda Rotua Purba, S.Hut., M.Ling, para pejabat di lingkungan Pemkab Rejang Lebong serta tamu undangan dan pihak-pihak terkait lainnya.
Dalam arahannya, Asisten II Titin Verayensi menyampaikan bahwa kegiatan Pramusrenbang ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan perencanaan pembangunan daerah tahun 2027 dengan fokus pada isu-isu strategis daerah.
“Hari ini kita melaksanakan Pra Musrenbang sebagai persiapan perencanaan tahun 2027. Tema yang kita angkat adalah stunting, kemiskinan dan disabilitas,” jelasnya.
Ia memaparkan, berdasarkan data terbaru, angka stunting di Kabupaten Rejang Lebong menunjukkan tren penurunan, dari 28,6 persen pada tahun 2024 menjadi 24,7 persen pada tahun 2025. Begitu juga dengan angka kemiskinan yang mengalami penurunan signifikan, dari 14,65 persen pada tahun 2024 menjadi 11,71 persen pada tahun 2025.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Namun demikian, upaya percepatan penurunan stunting dan kemiskinan tetap harus diperkuat melalui perencanaan yang terintegrasi dan tepat sasaran.
Selain itu, melalui Musrenbang Tematik Disabilitas, Pemkab Rejang Lebong juga berkomitmen menyusun regulasi dan kebijakan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas. Hal ini meliputi penyediaan sarana dan prasarana yang ramah disabilitas, pembangunan infrastruktur yang aksesibel, serta kebijakan yang berpihak dan memberikan perlindungan serta kesempatan yang setara.
“Kita ingin memastikan pembangunan di Kabupaten Rejang Lebong bersifat inklusif, tidak ada yang tertinggal, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tegasnya.
Melalui Pramusrenbang Tematik ini, diharapkan seluruh program dan kegiatan yang dirumuskan pada tahun 2027 dapat semakin memperkuat upaya penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, serta mewujudkan Rejang Lebong yang ramah dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat.(mcrl)






