MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri, S.E., M.M., menerima kunjungan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bengkulu Sugimulyo, S.E., Ak., CA., CRMP., CRGP., CGRA, bersama tim, Jumat (6/2/2026).

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Rejang Lebong sekitar pukul 09.00 WIB. Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara BPKP dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam pengawasan pengelolaan keuangan serta pelaksanaan pembangunan daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Rejang Lebong didampingi Inspektur Inspektorat Rejang Lebong Erik Rosadi, S.STP., M.Si., bersama lima Inspektur Pembantu Wilayah (Irban), yakni Puspa Emilia, M.Si., Leni Sudaryansi, Istianti Ida Laksana, Isnaini Yulizar, dan M. Yunus.
Sementara dari BPKP Provinsi Bengkulu turut hadir Ruly Irawan (Korwas P3) dan Jumiati (Daltis Investigasi).

Sekda Rejang Lebong menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kepala BPKP Bengkulu beserta jajaran. Ia berharap sinergi yang terjalin dapat semakin memperkuat tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan daerah.

“Terima kasih atas kunjungan Pak Sugimulyo dan tim dari BPKP Provinsi Bengkulu. Kami berharap sinergi dan kolaborasi ini dapat mendukung pengelolaan keuangan serta pelaksanaan pembangunan di Rejang Lebong agar berjalan lebih baik dan sesuai ketentuan,” ujar Sekda.

Sekda juga menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah diimbau agar bersikap terbuka dan akomodatif terhadap tugas-tugas pengawasan yang dilakukan BPKP.

“Saya sudah mengimbau seluruh OPD agar tidak alergi dengan tim pengawas dari BPKP. Pengawasan ini justru untuk kebaikan bersama. Kita tidak ingin ada OPD yang melanggar aturan hingga berujung pada permasalahan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPKP Provinsi Bengkulu Sugimulyo menjelaskan bahwa kunjungannya ke Rejang Lebong merupakan bagian dari upaya meningkatkan sinergi sekaligus mengawal pelaksanaan pembangunan daerah agar berjalan sesuai dengan visi dan misi kepala daerah.

“Kami berharap pembangunan di Rejang Lebong dapat berjalan dengan baik, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan, serta selaras dengan visi dan misi Bupati,” ujar Sugimulyo.

Dalam kesempatan tersebut, Sugimulyo juga menyoroti pentingnya penguatan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), khususnya Inspektorat Rejang Lebong. Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2026, level kapabilitas Inspektorat secara nasional mengalami penurunan dari level 3 ke level 2.

“Secara nasional, hanya dua daerah yang masih bertahan di level 3, yakni Kota Denpasar dan Surabaya. Selebihnya turun ke level 2. Untuk itu, BPKP akan terus mendorong dan membina penguatan fungsi pengawasan oleh Inspektorat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti keterbatasan dukungan anggaran pengawasan di Inspektorat Rejang Lebong yang dinilai masih sangat minim.

“Inspektorat Rejang Lebong di tahun 2026 ini sepertinya kekurangan ‘darah’. Anggaran pengawasan hanya sekitar Rp130 juta. Dengan anggaran tersebut tentu sulit jika ingin peran pengawasan berjalan optimal,” ungkap Sugimulyo.

Menutup pertemuan, Sugimulyo mengimbau seluruh OPD agar merencanakan dan melaksanakan program pembangunan secara patuh terhadap aturan serta selaras dengan visi dan misi kepala daerah.

“Kita ingin Rejang Lebong viral karena prestasi dan hal-hal baik, bukan viral karena masalah. BPKP siap membantu Pemkab agar seluruh kegiatan tidak bermasalah secara hukum,” pungkasnya.(mcrl/rahman/bisma)