MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Suasana dialog terbuka dan reflektif mewarnai kegiatan Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong yang digelar di Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong, Jumat (23/1/2026). Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus pertukaran gagasan antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan mahasiswa se-Kabupaten Rejang Lebong. Diskusi berlangsung hangat, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi.
Dalam forum tersebut, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Curup, M. Pikri Anandi, menyampaikan sejumlah rekomendasi program strategis kepada Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong sebagai bentuk kontribusi pemikiran mahasiswa terhadap arah pembangunan daerah.
Pikri menekankan pentingnya menjadikan isu lingkungan hidup sebagai arus utama pembangunan berkelanjutan. Ia merekomendasikan program penanaman pohon terpadu dan berkelanjutan yang berbasis pemetaan wilayah rawan banjir, daerah aliran sungai (DAS), kawasan perbukitan, serta ruang terbuka hijau, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Menurutnya, program tersebut idealnya melibatkan pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, mahasiswa, hingga masyarakat luas sebagai gerakan kolektif menjaga ekosistem dan mencegah bencana ekologis di masa mendatang.
Selain isu lingkungan, Pikri juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Ia mendorong adanya edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, optimalisasi bank sampah di desa dan kelurahan, penguatan regulasi, serta pengawasan terhadap titik-titik rawan pembuangan sampah.
Tak hanya itu, dalam suasana dialog yang berlangsung cair dan interaktif, Pikri juga mengusulkan pembentukan Program Rumah Aspirasi sebagai inovasi tata kelola pemerintahan yang lebih partisipatif. Rumah Aspirasi diharapkan menjadi ruang dialektika antara pemerintah daerah dengan aktivis mahasiswa, tokoh pemuda, dan masyarakat sipil.
“Rumah Aspirasi harus menjadi ruang dialog yang produktif dan solutif, bukan sekadar simbol partisipasi,” ujar M. Pikri Anandi, disambut perhatian serius peserta forum.
Ia mengusulkan agar Rumah Aspirasi memiliki mekanisme yang terstruktur, mulai dari forum dialog rutin, penyampaian aspirasi dan rekomendasi kebijakan secara terbuka, hingga pengawalan gagasan pemuda agar terintegrasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Rejang Lebong H. Muhammad Fikri Thobari, SE, M.Ap bersama Wakil Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP, M.Si menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi pemikiran yang disampaikan Ketua Umum HMI Cabang Curup. Pemerintah daerah menilai masukan tersebut sebagai bentuk partisipasi aktif dan konstruktif dari kalangan pemuda dan mahasiswa.
Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong juga menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi program yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya di bidang lingkungan hidup, pengelolaan sampah, serta penguatan ruang partisipasi publik.
Dalam refleksi tersebut, Pikri turut menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong selama satu tahun kepemimpinan. Ia menilai peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator penting keberhasilan pembangunan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, peningkatan kualitas dan pemerataan infrastruktur di berbagai wilayah Kabupaten Rejang Lebong juga mendapat perhatian positif. Pemerintah daerah dinilai aktif memperjuangkan pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, khususnya di kawasan strategis Rejang Lebong.
Di sektor pendidikan, Pikri mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, di antaranya dengan ditetapkannya Kabupaten Rejang Lebong sebagai salah satu lokasi berdirinya Sekolah Unggul Garuda, serta adanya perencanaan pemberian fasilitas beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa asal Rejang Lebong.
“Langkah ini menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah daerah terhadap masa depan generasi muda Rejang Lebong,” tegasnya.
Sementara di sektor kesehatan, ia menilai pemerintah daerah berhasil mencatatkan capaian positif dengan menurunnya angka stunting di Kabupaten Rejang Lebong, yang bahkan mengantarkan daerah ini memperoleh penghargaan atas upaya tersebut.
Forum refleksi ditutup dengan suasana optimistis dan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Rejang Lebong yang berkelanjutan dan inklusif.(mcrl/yani)
