MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Penguatan branding Curup Kota Wisata terus didorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong sebagai strategi utama pengembangan sektor pariwisata daerah. Mengingat nama Curup lebih dikenal luas oleh masyarakat luar daerah, branding tersebut diposisikan sebagai pintu masuk promosi pariwisata Rejang Lebong secara menyeluruh.

Salah satu nilai jual utama pariwisata Rejang Lebong adalah sensasi mendaki Bukit Daun, destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman pendakian berpadu dengan panorama pegunungan dan keindahan Danau Telapak Kaki di puncak gunung. Destinasi ini menjadi daya tarik unggulan yang memperkuat citra Rejang Lebong sebagai kabupaten wisata.

Sensasi mendaki Bukit Daun dikelola langsung oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lereng Daun yang berbasis di Desa Barumanis, Kecamatan Bermani Ulu. Pengelolaan wisata dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan.

Bukit Daun dikenal memiliki jalur pendakian yang relatif ramah bagi pendaki pemula, pelajar, komunitas, hingga keluarga. Sepanjang jalur pendakian, wisatawan disuguhi udara sejuk pegunungan, hutan alami yang masih terjaga, serta sejumlah titik istirahat yang telah disiapkan pengelola.

Ketua Pokdarwis Lereng Daun, Juanda Effendi, mengatakan pengelolaan wisata Bukit Daun dikemas dalam konsep pendakian terlayani guna memudahkan wisatawan menikmati keindahan alam secara aman dan nyaman.

“Wisata Bukit Daun kami kelola dengan konsep pendakian yang terlayani, mulai dari penjemputan, pendampingan pemandu, hingga penyediaan logistik selama kegiatan,” ujar Juanda, Minggu (21/12/2025).

Daya tarik utama Bukit Daun terletak pada Danau Telapak Kaki, sebuah danau alami yang berada di puncak gunung pada ketinggian sekitar 2.467 meter di atas permukaan laut (mdpl). Keberadaan danau alami di puncak gunung menjadi keunikan tersendiri yang membedakan Bukit Daun dengan gunung-gunung lain di Kabupaten Rejang Lebong.

“Kalau gunung lain biasanya puncaknya berupa kawah atau bebatuan, Bukit Daun justru memiliki danau yang terbentang luas dan dikelilingi pepohonan. Ini yang membuat Bukit Daun berbeda dan diminati wisatawan,” jelasnya.

Selain pendakian, wisatawan juga dapat menikmati berbagai aktivitas lainnya, seperti berkemah di sekitar danau, menjelajahi hutan lumut, hingga menikmati panorama kebun teh yang menjadi salah satu spot favorit pengunjung.

Fasilitas pendukung yang disediakan meliputi basecamp, homestay, pemandu gunung berpengalaman, ojek gunung, perlengkapan pendakian, logistik, P3K, jasa foto dan video, serta konsumsi berupa makan berat dan makanan ringan. Titik awal pendakian berada di Basecamp Gunung Daun Desa Barumanis yang dapat ditempuh sekitar 15 menit dari Kota Curup.

Dalam pengelolaannya, Pokdarwis Lereng Daun juga melibatkan masyarakat setempat dan pelaku UMKM, seperti warung makanan, penyedia homestay, dan jasa ojek gunung, sehingga kehadiran wisata Bukit Daun turut mendorong perputaran ekonomi desa.

Selain aspek pelayanan, keamanan dan kelestarian alam menjadi perhatian utama. Pokdarwis Lereng Daun aktif bekerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Bukit Daun melalui patroli bersama serta kegiatan penanaman pohon.

Sementara itu, Bupati Rejang Lebong, HM Fikri Thobari, menegaskan bahwa branding Curup Kota Wisata merupakan langkah strategis dalam memperkuat promosi pariwisata daerah.

“Branding Curup Kota Wisata kita tetapkan karena nama Curup sudah lebih dikenal luas oleh masyarakat luar daerah. Dengan penguatan branding ini, promosi pariwisata Rejang Lebong akan lebih mudah diterima dan memiliki daya saing,” ujar Bupati Fikri.

Ia menambahkan, Curup akan menjadi etalase pariwisata daerah sekaligus pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal berbagai destinasi unggulan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Rejang Lebong.

“Melalui branding Curup Kota Wisata, kita ingin destinasi unggulan seperti Bukit Daun semakin dikenal luas, mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (mcrl)