MEDIA CENTER REJANG LEBONG – Suara mesin ekskavator terdengar jelas di sepanjang Jalan Letjen Soeprapto, Kelurahan Talang Rimbo Baru, Kecamatan Curup Tengah. Di bawah terik matahari, beberapa pekerja berseragam oranye menurunkan sekop dan cangkul, menggali tanah basah yang mengeras di sisi jalan. Truk pengangkut tanah hilir mudik, membawa material galian yang sudah menumpuk.
Aktivitas itu menarik perhatian warga sekitar. Sebagian berdiri di depan rumah, memperhatikan alat berat yang bekerja memperdalam saluran air yang selama ini menjadi sumber masalah di wilayah mereka. Setelah bertahun-tahun dilanda genangan setiap kali hujan deras datang, akhirnya mereka bisa melihat perubahan nyata.
“Alhamdulillah, akhirnya dibangun juga. Kami tidak perlu lagi khawatir air meluap ke jalan atau masuk rumah,” ujar Iwan, warga Talang Rimbo Baru, sembari mengamati proses pengerjaan drainase di depan tempat tinggalnya.
Ia masih ingat, setiap kali hujan deras turun, air dari parit yang sempit di tepi jalan sering meluap hingga menggenangi halaman sekolah Madrasah Aliyah yang tak jauh dari situ. Kini, parit yang dulunya sempit diperlebar, dan bagian yang dangkal diperdalam. Harapannya sederhana, agar air bisa mengalir lancar tanpa menimbulkan banjir.

Pembangunan drainase ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong di bawah kepemimpinan Bupati H. Muhammad Fikri Thobari, S.E., M.A.P. dan Wakil Bupati Dr. H. Hendri Praja, S.STP., M.Si. Program ini menjadi jawaban atas keluhan warga yang selama bertahun-tahun berharap wilayah mereka terbebas dari banjir dadakan.
Bupati Fikri mengatakan, tahun ini Pemkab melakukan peningkatan dan pembangunan drainase di beberapa titik strategis dalam kota. Selain di Jalan Letjen Soeprapto, pekerjaan serupa juga dilakukan di Jalan Sukowati, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Sukaraja, dan Jalan Baru.
“Tujuannya agar air hujan bisa mengalir dengan lancar ke saluran utama dan tidak lagi meluap ke jalan. Tapi yang paling penting, saluran ini nanti harus dijaga bersama,” kata Bupati Fikri.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke dalam saluran air. Menurutnya, perilaku tersebut justru mempercepat pendangkalan dan menyebabkan penyumbatan.
“Untuk apa kita bangun kalau tidak dijaga. Mari sama-sama kita rawat, supaya lingkungan kita tetap bersih dan bebas banjir,” ujarnya.
Pemerintah menyadari masih ada beberapa titik lain yang membutuhkan penanganan serupa. Karena keterbatasan anggaran, pembangunan dilakukan secara bertahap. Namun, bagi warga Talang Rimbo Baru, apa yang kini mereka saksikan sudah menjadi kemajuan besar.
Di antara dentuman alat berat dan percikan lumpur, terselip rasa lega. Setelah sekian lama menunggu, mereka akhirnya bisa menyaksikan kerja nyata yang diharapkan akan membawa perubahan kecil tapi penting, tidak lagi waswas setiap kali hujan turun.(mcrl)
