Pengibaran Sang Merah Putih, Diwarnai Isak Tangis Anggota Paskibra

CURUP, MCRL: Proses menaikkan bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam upacara detik-detik peringatan HUT Kemerdekaan RI di Lapangan Setia Negara Rejang Lebong, Kamis 17/8), berjalan lancar. Acara yang dihadiri Bupati Rejang Lebong H. Ahmad Hijazi dan seluruh ajaran pejabat penting daerah ini bahkan menjadi pusat perhatian bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan itu. Terutama untuk proses penaikkan bendera merah putih oleh para anggota paskibra yang berpakaian serba putih itu.

Pada upacara kali ini, Amalia Agustini, siswi yang berasal dari SMAN 6 Rejang Lebong dipercaya dan bertugas untuk membawa baki. Dengan langkah pasti, dia menerima bendera merah putih dari Bupati Rejang Lebong H. Ahmad Hijazi untuk dikibarkan.

Setelah menuruni anak tangga, dan membawa Bendera Merah Putih, lalu diberikan kepada tiga orang yang bertugas untuk menaikkan bendera merah putih ke tiang bendera. Mereka adalah Anggi Saputra dari SMA N 7 RL sebagai penggerek bendera pagi, M. Abidzar dari SMA N 4 RL sebagai pemegang bendera dan Shendri Chail dari SMA XAVERIUS bertindak sebagai Pembentang bendera pagi. Walhasil, sang Merah Putih berhasil dikibarkan tanpa kesalahan sedikitpun.

Setelah sukses menaikkan bendera dan menyelesaikan tugasnya masing-masing, seluruh anggota Paskibra tak kuasa menahan tangis. Hal itu terjadi karena rasa haru yang dalam atas tugas mengibarkan bendera merah putih tersebut.

Dengan isak tangis, Amalia Agustini mengakui bahwa dirinya sangat takut mengalami kesalahan saat mengambil bendera dari tangan Bupati. Bahkan rasa ketakutan dan gemetaran dirasakannya saat melakukan hal itu. “Rasanya gemetaran. Sejak pagi kami terus berdoa agar bisa sukses melaksanakan tugas ini. Dan Alhamdulillah bisa sukses,” katanya.

Sementara itu Shendri Chail mengaku saat membentangkan bendera takut terbalik. Dia mengakui sangat takut melakukan kesalahan yang berakibat gagalnya Paskibra dalam menjalankan tugas mengibarkan bendera. “Yang paling saya takut bendera terbalik. Termasuk takut tali terlilit. Makanya sebelum upacara kami memastikan lagi kondisi di lapangan,” terangnya.

Rasa haru yang mereka rasakan adalah menjadi cerminan kebanggaan telah berhasil menaikkan bendera merah putih di tiang tertinggi pagi tadi sehingga ketika selesai melaksanakan tugas, tangis pun pecah dari hampir seluruh anggota Paskibra Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 36 orang.

Selain itu Ketua Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten. Rejang Lebong Emir Pashah mengatakan, “Saya ucapkan selamat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada paskibraka yang telah sukses melaksanakan tugasnya dengan baik dan tanpa ada kesalahan sedikit pun. Waktu, tenaga, pikiran terbayar sudah dengan keberhasilan penaikan Sang Saka Merah Putih. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Paskibraka RL,” tutup Emir. (ANDI_Media Center RL)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *