Pemkab Rejang Lebong Susun Regulasi Terkait Pendidikan Inklusi

MEDIA CENTER, REJANG LEBONG: Bupati Rejang Lebong H. Ahmad Hijazi. SH. M.Si secara langsung membuka kegiatan Penyusunan Regulasi Pendidikan Inklusi (PI) melalui Kelompok Kerja Penyelenggaraan Pendidikan Inklusi di Kabupaten Rejang Lebong (RL), yang dilaksanakan di ruang rapat Bupati, Senin (13/11) pagi.

Penyusunan regulasi diikuti Kepala SKPD Kab. RL, perwakilan dari Kemendikbud RI Abdul Salim Qoiri. M. Kes dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) RL.

Pendidikan Inklusi, merupakan pendidikan yang menjamin kesamaan dan kesetaraan bagi peserta didik berkebutuhan khusus dan perserta didik pada umumnya untuk mengikuti pendidikan secara bersama dengan suatu layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

Bupati mengatakan, penyandang disabilitas mempunyai kedudukan hukum dan memiliki hak asasi manusia yang sama sebagai warga negara Indonesia. “Penyandang disabilitas masih hidup dalam kondisi rentan, terbelakang, karena disebabkan oleh adanya pembatasan, hambatan, kesulitan dan pengurangan atau penghilangan hak penyandang disabilitas, kehidupan yang sejahtera, mandiri dan tanpa diskriminasi,” ujar Bupati.

Pemerintah, kata Hijazi, berupaya untuk memajukan, melindungi dan memenuhi hak yang melekat pada diri penyandang disabilitas. “Kami berupaya untuk mewujudkan taraf kehidupan penyandang disabilitas yang lebih berkualitas, adil, sejahtera, mandiri, serta bermartabat dan melindungi penyandang disabilitas,” ucapnya.

Bupati juga meminta kepada wakil dari Kementerian untuk menyampaikannya kepada Mendikbud RI agar di setiap daerah dibangun sekolah inklusi untuk mengakomodir para anak yang berkebutuhan khusus ini.

“Kalau tahun ini, sekolah khusus untuk pendidikan inklusi dibangun, tolong diperhatikan gurunya juga. Karena di Rejang Lebong sangat kekurangan guru, ditambah lagi guru untuk membimbing murid yang berkebutuhan khusus. Jadi, kalau disepakati, dengan regulasi yang kita bangun, maka, mohon, supaya membantu kami dengan Guru PNS. Saya akan memberikan sarana dan prasarana untuk mewujudkan dibangunnya sekolah inklusi ini. Saya siap memberikan lahan untuk lokasi pembangunan nantinya,” kata bupati. (ANDI)

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *