Mulai 2018, Anak Berkebutuhan Khusus Bisa Mendaftar di Sekolah Umum

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong Tarsisius Samuji (kanan) saat menyambut kedatangan Ketua DPRD Rejang Lebong M. Ali dalam acara Pencanangan Gerakan Indonesia Membaca di Rejang Lebong, Rabu (04/10). (MCRL/FRANKY)

REJANG LEBONG, MEDIA CENTER: Mulai tahun depan, para orang tua anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak perlu khawatir lagi jika ingin menyekolahkan anak mereka di sekolah umum. Anak berkebutuhan khusus seperti tunanetra, tuna rungu, tuna wicara, dan lain sebagainya, tidak mesti masuk sekolah luar biasa (SLB) untuk memperoleh pendidikan. Mereka boleh mendaftar di sekolah-sekolah umum yang sudah ada sarana pendukung yang disebut dengan sekolah inklusi.

“Jadi, mulai tahun depan kita akan laksanakan sekolah inklusi,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong Tarsisius Samuji, dijumpai Media Center sebelum acara pencanangan Gerakan Indonesia Membaca di Curup, Rabu (4/10) pagi.

Samuji menjelaskan, yang dimaksud dengan sekolah inklusi ini adalah sekolah regular (biasa) yang menerima ABK dan menyediakan sistem layanan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak, tanpa kebutuhan khusus (ATBK) dan ABK melalui adaptasi kurikulum, pembelajaran, penilaian, dan sarana prasarananya.

“Artinya, sekolah tersebut yang mempunyai sarana pendukung untuk siswa berkebutuhan khusus,” terangnya.

Jika sekolah inklusi ini sudah diterapkan, jelasnya, maka sekolah tersebut tidak boleh menolak para ABK yang ingin mendaftar bersekolah di situ.

“Jadi, tahun depan itu, mereka, sekolah ini, tidak boleh menolak siswa berkebutuhan khusus yang mendaftar,” tegas Samuji. (FRANKY)

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *